AS-Israel Serang Iran, Ada Beberapa Ledakan di Bahrain


Penulis:  Media Indonesia - 28 February 2026, 17:51 WIB
Al Jazeera

KETEGANGAN militer di Timur Tengah memasuki fase kritis pada Sabtu (28/2/2026). Dampak dari serangan Israel ke Iran mulai merembet ke negara tetangga. Bahrain secara resmi membunyikan sirene peringatan serangan udara di seluruh wilayahnya.

Bahrain Siaga: Warga Diminta Batasi Aktivitas

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh warga negara dan penduduk menyusul terdengarnya beberapa suara ledakan di negara kepulauan tersebut. Otoritas keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang tetapi waspada.

“Sirene serangan udara telah berbunyi. Kami menyarankan warga negara dan penduduk untuk hanya menggunakan jalan utama dalam keadaan sangat mendesak,” tulis pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Bahrain yang dikutip dari Al Arabiya.

Situasi Terkini di Bahrain:
  • Sirene udara aktif di berbagai distrik.
  • Laporan ledakan terdengar di beberapa titik (terkonfirmasi Al Arabiya).
  • Pembatasan penggunaan jalan raya untuk prioritas logistik keamanan.

Israel Antisipasi Serangan Balasan Rudal dan Drone

Otoritas Pertahanan Israel mengonfirmasi bahwa serangan ke Iran dilakukan sebagai langkah preemptive untuk menetralisasi ancaman terhadap kedaulatan mereka. Namun, Israel juga bersiap menghadapi konsekuensi besar dari operasi tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah menandatangani perintah khusus yang menyatakan keadaan darurat di seluruh wilayah Israel sesuai dengan Undang-Undang Pertahanan Sipil. Langkah ini diambil karena intelijen memprediksi adanya serangan balasan masif dari Iran yang menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone).

"Israel melancarkan serangan ke Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap otoritas ini," tegas Otoritas Pertahanan Israel dalam siaran pers resminya.

Dampak Regional

Keterlibatan ruang udara Bahrain dan laporan ledakan di wilayah tersebut menunjukkan bahwa konflik ini tidak lagi terbatas pada dua aktor utama. Negara-negara di kawasan Teluk kini memperketat pertahanan udara mereka guna menghindari kerusakan kolateral dari proyektil yang melintas di wilayah kedaulatan mereka.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu RI juga terus memantau dampak eskalasi ini terhadap keselamatan WNI yang berada tidak hanya di Iran, tetapi juga di negara-negara sekitar seperti Bahrain dan Israel. (Ant/I-2)

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA / Redaksi Media Indonesia