Melania Trump di Ambang Sejarah, Jadi Ibu Negara AS Pertama yang Pimpin Sidang DK PBB


Penulis: Basuki Eka Purnama - 27 February 2026, 07:11 WIB
AFP/ALEX EDELMAN

SEJARAH baru dalam diplomasi internasional akan tercipta pekan depan. Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, dijadwalkan memimpin sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), sebuah langkah yang menandai momen pertama kalinya seorang Ibu Negara AS yang masih menjabat mengambil peran diplomatik strategis tersebut.

Kepastian mengenai peran Melania Trump ini dikonfirmasi melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (25/2). 

Penunjukan ini menempatkan Melania di posisi sentral dalam forum pengambilan keputusan tertinggi di PBB untuk membahas isu-isu kemanusiaan global.

"Kepemimpinan Ibu (Melania) Trump akan menandai pertama kalinya seorang Ibu Negara AS yang masih menjabat memimpin Dewan Keamanan ketika para anggota membahas isu pendidikan, teknologi, perdamaian, dan keamanan," sebut pernyataan resmi tersebut.

Fokus pada Pendidikan dan Konflik

Sidang yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Maret mendatang ini mengusung tajuk "Children, Technology, and Education in Conflict". 

Dalam agenda tersebut, Melania akan memegang palu sidang dan memimpin jalannya diskusi di markas besar PBB, New York.

Misi utama yang dibawa dalam keketuaan ini adalah menekankan betapa vitalnya peran pendidikan dalam memajukan toleransi serta menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan. Isu ini dianggap relevan di tengah situasi global yang masih diwarnai berbagai konflik bersenjata yang berdampak langsung pada akses pendidikan anak-anak.

Melania Trump tidak akan sendirian dalam menjalankan tugas ini. Sidang tersebut dijadwalkan dihadiri oleh utusan dari negara-negara anggota Dewan Keamanan, para pemangku kebijakan internasional, serta Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz.

Mekanisme Presidensi DK PBB

Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB

Berdasarkan aturan organisasi, posisi presidensi atau keketuaan DK PBB dipegang secara bergilir setiap bulan oleh salah satu dari 15 negara anggotanya.

Urutan pergantian ini ditentukan berdasarkan urutan abjad nama negara dalam bahasa Inggris. Untuk periode Maret 2026, AS akan resmi mengemban jabatan tersebut setelah sebelumnya dipegang oleh Inggris pada bulan Februari.

Langkah ini dipandang banyak pihak sebagai upaya AS untuk menonjolkan sisi diplomasi kemanusiaan di panggung dunia, dengan melibatkan figur Ibu Negara untuk mengangkat isu-isu sosial-pendidikan ke level pembahasan keamanan internasional. (Ant/Z-1)