Donald Trump Klaim Kebangkitan AS di Tengah Merosotnya Survei di State of the Union
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union pada Selasa malam dengan nada penuh percaya diri. Di hadapan Kongres, Trump membanggakan apa yang disebutnya sebagai "perubahan besar sepanjang masa" (turnaround for the ages), sebuah upaya untuk mendongkrak popularitasnya yang merosot menjelang pemilu sela (midterm elections) yang krusial.
Kedatangan Trump di ruang sidang gabungan Kongres disambut riuh sorak-sorai dan standing ovation dari anggota Partai Republik. Sebaliknya, para politisi Partai Demokrat memilih untuk tetap duduk sebagai bentuk protes, bahkan sekitar 40 anggota dikabarkan memboikot acara tersebut.
"Rekan-rekan warga Amerika, bangsa kita telah kembali lebih besar, lebih baik, lebih kaya, dan lebih kuat dari sebelumnya," ujar Trump dalam pidatonya.
Ambisi di Tengah Anjloknya Popularitas
Di usianya yang ke-79 tahun, Trump berharap panggung primetime televisi ini mampu meyakinkan pemilih akan pencapaian tahun pertama masa jabatan keduanya yang penuh gejolak. Saat ini, Trump menghadapi tantangan berat: jajak pendapat terbaru menunjukkan tingkat persetujuan publik hanya berada di angka 39%, dengan kepercayaan rendah terhadap penanganan inflasi dan ekonomi.
Jika Partai Republik kehilangan mayoritas tipis di DPR pada pemilu mendatang, sisa masa jabatan Trump dipastikan akan lumpuh, bahkan membuka peluang bagi upaya pemakzulan ketiga. Namun, Trump tetap menantang.
"Malam ini, setelah hanya satu tahun, saya dapat mengatakan dengan martabat dan kebanggaan bahwa kita telah mencapai transformasi yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan sebuah perubahan besar sepanjang masa," tegas Trump.
Ketegangan Global dan Ancaman terhadap Iran
Di tengah pengerahan besar-besaran angkatan laut dan udara AS di sekitar Iran, Trump menunjukkan sikap keras terhadap ancaman luar negeri. Fokus publik tertuju pada apakah ia akan menggunakan pidato ini untuk mengumumkan langkah militer demi menghentikan ambisi nuklir Teheran.
"Sebagai presiden, saya akan menciptakan perdamaian di mana pun saya bisa, tetapi saya tidak akan pernah ragu untuk menghadapi ancaman terhadap Amerika di mana pun kita harus melakukannya," kutip petikan pidato tersebut.
Trump juga membanggakan keberhasilan AS di Venezuela setelah tumbangnya Nicolas Maduro pada Januari lalu, yang kini mulai mengirimkan minyak ke Amerika Serikat.
Gejolak Domestik dan Kritik terhadap Mahkamah Agung
Meski merayakan keberhasilan olahraga dengan mengundang tim hoki es putra peraih medali emas Olimpiade, Trump tak bisa menutupi krisis domestik yang mengepungnya. Ia sempat menyindir Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarif perdagangannya, menyebut keputusan tersebut sebagai hal yang "sangat disayangkan."
Pidato maraton yang diprediksi berdurasi hingga tiga jam ini juga dibayangi oleh skandal Jeffrey Epstein yang kembali mencuat dan penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown). Sebagai bentuk perlawanan simbolis, dua anggota DPR dari Partai Demokrat mengundang keluarga korban jaringan perdagangan seks Epstein untuk hadir di galeri penonton.
Melalui pidato ini, Trump berupaya mengubah suasana hati nasional dan mengamankan dominasi politiknya sebelum rakyat Amerika memberikan suara pada November mendatang. (AFP/Z-2)