Anak WNI Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 09 February 2026, 11:42 WIB
Sosial media X

SEORANG anak perempuan warga negara Indonesia atau WNI berusia enam tahun  tertabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura, hingga meninggal dunia.

Kejadian itu saat ia tengah berlibur bersama keluarganya. Insiden ini kembali menyoroti meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di negara tersebut.

Mengutip The Straits Times, Senin (9/2), kecelakaan anak WNI yang tertabrak terjadi sekitar pukul 11.50 waktu setempat dan melibatkan sebuah mobil dengan dua pejalan kaki. Kepolisian Singapura menerima laporan adanya insiden tabrakan antara kendaraan dan pejalan kaki di lokasi tersebut.

Dua korban diketahui merupakan ibu dan anak asal Indonesia, masing-masing berusia 31 tahun dan enam tahun. Keduanya tengah berlibur di Singapura, sebagaimana dilaporkan media berbahasa Mandarin, Lianhe Zaobao.

Seorang saksi mata yang mengaku berada tepat di belakang korban menuturkan bahwa mobil tersebut melaju keluar dari area parkir di samping kuil sebelum menabrak ibu dan anak tersebut.

"Saya pejalan kaki pertama di belakang seorang ibu dan anaknya. Pengemudi terlihat hanya menoleh ke kiri saat berbelok ke kanan," katanya.

Ia juga mengatakan mobil itu bergerak tiba-tiba hingga roda belakangnya melindas tubuh sang ibu.

Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria menggendong anak korban, sementara sang ibu terlihat terbaring di jalan. Sejumlah warga sekitar tampak memberikan pertolongan darurat, termasuk melindungi korban dari panas matahari dengan payung sambil menunggu ambulans tiba.

Ibu dan anak tersebut dilaporkan masih dalam kondisi sadar ketika dibawa ke rumah sakit. Namun, anak perempuan itu akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya. Sementara itu, sang ibu masih menjalani perawatan medis.

Singapore Civil Defence Force menyatakan kedua korban dievakuasi ke Singapore General Hospital setelah kejadian.

Pada Minggu (8/2), kepolisian Singapura mengonfirmasi telah menangkap pengemudi mobil, seorang perempuan berusia 38 tahun. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan wajar hingga menyebabkan kematian.

Di tengah insiden ini, otoritas Singapura juga mencatat peningkatan angka kecelakaan lalu lintas. Sepanjang Januari hingga September 2025, jumlah kecelakaan yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia tercatat naik 7,4% menjadi 5.765 kasus, dibandingkan 5.368 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya. (H-4)