Jam Kosmik dalam Mineral, Mengungkap Rahasia Lanskap Kuno Australia


Penulis:  Thalatie K Yani - 03 February 2026, 07:15 WIB
NASA

LANSKAP merah ikonik Australia ternyata menyimpan rahasia yang berasal dari luar angkasa. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan bagaimana sinar kosmik meninggalkan "jejak jari" di dalam mineral, membantu ilmuwan memetakan evolusi sungai, pantai, hingga habitat purba.

Melalui teknik pengeboran di bawah permukaan Dataran Nullarbor, Australia Selatan, para peneliti menemukan garis pantai kuno yang kini terletak lebih dari 100 kilometer dari samudra. Wilayah yang sekarang kering kerontang ini dulunya adalah dasar laut, yang kemudian berubah menjadi hutan tempat kangguru pohon raksasa dan singa berkantung hidup.

Zircon dan Rahasia Kripton

Kunci utama penelitian ini terletak pada mineral zircon. Kristal mungil ini bertindak sebagai kapsul waktu yang menyimpan rahasia kosmik. Bumi terus-menerus dihujani sinar kosmik, partikel energi tinggi dari ledakan bintang di ruang angkasa.

Ketika sinar ini menabrak atom di dalam mineral di permukaan Bumi, terciptalah elemen baru yang disebut nuklida kosmogenik. Dalam studi ini, ilmuwan mengukur kripton kosmogenik yang tersimpan di dalam zircon. Teknologi terbaru memungkinkan kripton digunakan sebagai alat ukur karena sifatnya yang tidak meluruh, sehingga mampu menyimpan informasi hingga ratusan juta tahun.

Semakin banyak kripton yang terkandung dalam butiran mineral, semakin lama mineral tersebut terpapar di permukaan sebelum terkubur oleh sedimen.

Lanskap yang Sangat Stabil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40 juta tahun lalu, saat Australia masih hangat dan rimbun, lanskap di Australia Selatan terkikis sangat lambat. Kecepatan ini mirip dengan wilayah paling stabil di Bumi saat ini, seperti Gurun Atacama atau lembah kering di Antartika.

Proses transportasi sedimen yang sangat lambat ini, memakan waktu sekitar 1,6 juta tahun, menyebabkan mineral yang kurang tahan lama hancur atau larut. Yang tersisa hanyalah mineral tangguh seperti zircon. Proses penyaringan alami inilah yang menciptakan deposit mineral berharga di sepanjang pinggiran Dataran Nullarbor, termasuk tambang Jacinth-Ambrosia yang memasok seperempat kebutuhan zircon dunia.

Jendela Masa Depan

Teknik "jam kosmik" ini membuka peluang besar bagi para geolog untuk mempelajari peristiwa besar dalam sejarah Bumi, seperti munculnya tanaman darat sekitar 400-500 juta tahun lalu yang mengubah atmosfer planet.

Lanskap Bumi menyimpan ingatan yang terjebak di dalam mineral. Dengan membaca jam kosmik ini, manusia tidak hanya memahami sejarah masa lalu, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang perubahan yang mungkin terjadi di masa depan. (Space/Z-2)