Tuduhan Konspirasi dan Pelanggaran Hak Sipil
Mantan pembawa berita CNN tersebut ditangkap di Los Angeles saat sedang meliput acara Grammy Awards. Departemen Kehakiman AS di bawah arahan Jaksa Agung Pam Bondi mendakwa Lemon dengan tuduhan kejahatan hak sipil federal. Ia dituduh melakukan konspirasi dan melanggar Freedom of Access to Clinic Entrances (FACE) Act, sebuah undang-undang yang melarang penggunaan kekerasan atau ancaman untuk mengganggu kebebasan beribadah.
"Atas arahan saya, pagi ini agen federal menangkap Don Lemon, Trahern Jeen Crews, Georgia Fort, dan Jamael Lydell Lundy sehubungan dengan serangan terkoordinasi di Cities Church, St. Paul," tegas Jaksa Agung Bondi melalui pernyataan resminya di media sosial, Jumat (30/1).
Kronologi Protes di Cities Church
Kasus ini bermula dari insiden pada 18 Januari 2026, ketika sekelompok demonstran memasuki Cities Church di St. Paul. Protes itu menargetkan David Easterwood, seorang pendeta di gereja tersebut yang juga menjabat sebagai pimpinan kantor lapangan ICE setempat.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan "ICE Out" di tengah ibadah, sebagai respons atas tindakan keras aparat imigrasi di wilayah tersebut. Lemon, yang saat itu berada di lokasi, bersikeras bahwa ia hadir semata-mata sebagai jurnalis independen untuk mendokumentasikan peristiwa tersebut, bukan sebagai partisipan aksi.
"Klien saya telah menjadi jurnalis selama 30 tahun. Pekerjaannya yang dilindungi konstitusi. Apa yang dia lakukan di Minneapolis tidak berbeda dengan apa yang selalu ia lakukan selama ini. Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Amandemen Pertama," ujar Pengacara Don Lemon, Abbe Lowell.
Kontroversi Hukum dan Kebebasan Pers
Penangkapan ini memicu perdebatan panas mengenai kebebasan pers di Amerika Serikat pada tahun 2026. Sebelumnya, seorang hakim pengadilan federal di Minnesota sempat menolak menandatangani surat perintah penangkapan untuk Lemon karena dinilai kurangnya bukti yang cukup (probable cause). Namun, Departemen Kehakiman tetap melanjutkan kasus ini melalui jalur lain hingga berujung pada penangkapan paksa.
Selain Lemon, jurnalis independen Georgia Fort juga turut ditahan. Kelompok advokasi kebebasan pers mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai upaya intimidasi terhadap jurnalis yang meliput isu-isu sensitif terkait kebijakan pemerintah federal.
Konteks Politik yang Memanas
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan federal dan aktivis sipil terkait operasi penegakan imigrasi di Minnesota. Dua penembakan fatal yang melibatkan agen federal di Minneapolis beberapa waktu sebelumnya telah memicu gelombang protes besar-besaran.
Don Lemon dijadwalkan akan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Los Angeles pada Jumat sore waktu setempat. Jika terbukti bersalah melanggar FACE Act dan tuduhan konspirasi, ia dapat menghadapi ancaman hukuman penjara dan denda yang signifikan. (E-3)