Menlu Sugiono : Iuran 1 Miliar Dolar AS untuk Dewan Keamanan bukan Membership Fee


Penulis:  Media Indonesia - 27 January 2026, 17:57 WIB
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa.

MENTERI Luar Negeri (Menlu), Sugiono menjelaskan soal iuran 1 miliar dolar AS atau setara Rp16,82 triliun untuk keanggotaan Dewan Keamanan yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Menurutnya itu bukan membership fee namun akan digunakan untuk melakukan rekonstruksi Gaza di Palestina.

Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk Trump di Davos, Swis, beberapa waktu lalu. Kemudian berdasarkan sebuah laporan, negara-negara yang bergabung harus membayar iuran 1 miliar dolar AS untuk menjadi anggota permanen. 

"Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi. Jadi ini (iuran 1 miliar dolar AS) bukan membership fee," kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1)/

Ia menjelaskan bahwa Dewan Perdamaian dibentuk menyelesaikan persoalan di Gaza yang hancur akibat pendudukan Israel. Adapun untuk biaya rekonstruksi, ujar dia, kemungkinan diambil dari iuran 1 miliar dolar AS.

"Terus rekonstruksinya siapa yang bayar? Kan seperti itu. Uangnya dari mana? Dananya dari mana?," tanya dia.

Negara- negara anggota, sambung Sugiono, diminta berpartisipasi. Ia menyebut akan ada keuntungan lain yang didapat apabila negara tertentu menjadi anggota tetap di Dewan Pedamaian tersebut. Terlepas dari isu iuran 1 miliar dolar AS, Indonesia menjadi negara yang diundang.

"Anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ yang tentu saja ada keuntungan lain," terang dia.

Secara terpisah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia tidak perlu membayar iuran 1 miliar dolar AS untuk keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza. 

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan iuran 1 miliar dolar AS itu bersifat sukarela. (Ant/H-4)