Warga AS Tewas Ditembak Agen ICE, Operasi Imigrasi Trump Disorot


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 26 January 2026, 13:51 WIB
Antara/Tangkapan Layar

PENEMBAKAN fatal terhadap warga negara Amerika Serikat oleh agen federal dalam operasi imigrasi di Minneapolis kembali menekan pemerintahan Presiden Donald Trump. Insiden ini memicu gelombang protes setelah rekaman video yang beredar luas bertentangan dengan versi resmi pemerintah.

Korban terbaru adalah Alex Pretti, perawat ICU berusia 37 tahun, yang ditembak mati agen federal pada Sabtu (24/1) waktu setempat. Peristiwa tersebut terjadi saat terjadi kontak fisik di jalan yang licin akibat lapisan es. 

Penembakan ini menyusul insiden sebelumnya, ketika seorang agen imigrasi menembak mati Renee Good, juga berusia 37 tahun, di dalam mobilnya sekitar tiga minggu sebelumnya.

Pemerintahan Trump segera menyatakan bahwa Pretti berusaha melukai agen federal, klaim yang juga disampaikan dalam kasus kematian Good. Pemerintah merujuk pada temuan pistol yang diklaim berada di tubuh Pretti.

Namun, rekaman video yang telah diverifikasi oleh sejumlah media Amerika Serikat menunjukkan narasi berbeda. Dalam video tersebut, Pretti tidak terlihat menarik atau menggunakan senjata apa pun. 

Dia justru disemprot cairan kimia ke wajahnya, dijatuhkan ke aspal, lalu ditembak sekitar sepuluh kali hanya beberapa detik setelahnya.

Beredarnya rekaman itu memicu kemarahan publik dan memperbesar aksi protes terhadap keberadaan agen federal di Minneapolis. Sekitar 1.000 orang dilaporkan turun ke jalan pada Minggu untuk menentang operasi penindakan tersebut.

Setelah sejumlah pejabat tinggi pemerintah menggambarkan Pretti sebagai seorang pembunuh bayaran yang menyerang petugas, orang tua Pretti mengeluarkan pernyataan keras. Mereka mengecam kebohongan menjijikkan pemerintah terkait sosok putra mereka.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem menyampaikan duka atas kejadian tersebut.

"Saya benar-benar berduka. Saya bahkan tidak bisa membayangkan kehilangan seorang anak," kata Noem dalam wawancara dengan Fox News.

Dia menambahkan bahwa kejelasan akan diperoleh seiring berjalannya proses penyelidikan.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche, yang berbicara dalam program NBC Meet the Press juga menyampaikan pentingnya penyelidikan menyeluruh. 

Saat ditanya apakah pistol telah diamankan dari tubuh Pretti sebelum tembakan dilepaskan.

"Saya tidak tahu. Dan tidak ada orang lain yang tahu juga. Itulah sebabnya kami melakukan penyelidikan," jawab Blanche.

Penyelidikan Gabungan

Pernyataan para pejabat federal itu disampaikan setelah sejumlah senator Partai Republik mendesak dilakukannya penyelidikan penuh dengan melibatkan otoritas negara bagian.

"Harus ada penyelidikan penuh secara gabungan antara federal dan negara bagian," kata Senator Bill Cassidy dari Louisiana.

Sebelumnya, pemerintahan Trump menuai kritik karena mengecualikan penyelidik lokal dalam penyelidikan kematian Renee Good.

Gubernur Minnesota Tim Walz dari Partai Demokrat bahkan melontarkan pertanyaan langsung kepada Presiden Trump dalam konferensi pers pada Minggu (25/1).

"Apa rencananya, Donald Trump?" ujar Walz. 

"Apa yang perlu kami lakukan agar agen federal ini keluar dari negara bagian kami?," tambahnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan agen imigrasi federal dikerahkan ke Minneapolis, kota yang dikenal sebagai basis pemilih Partai Demokrat. Pengerahan ini dilakukan menyusul laporan media konservatif mengenai dugaan penipuan yang melibatkan imigran asal Somalia.

Trump berulang kali menguatkan tuduhan bernuansa rasial tersebut, termasuk melalui unggahan di platform Truth Social miliknya. 

"Minnesota adalah Penutupan Kriminal atas penipuan finansial besar-besaran yang telah terjadi!" tulis Trump.

Minneapolis diketahui memiliki salah satu populasi imigran Somalia terbesar di Amerika Serikat.

Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison membantah klaim tersebut.

"Ini bukan soal penipuan, karena kalau dia mengirim orang-orang yang memahami akuntansi forensik, kita akan berbicara hal yang berbeda. Tapi yang dia kirim adalah pria-pria bersenjata bertopeng," sebut Ellison.

Operation Metro Surge

Sejak diluncurkannya operasi bertajuk Operation Metro Surge, banyak warga Minneapolis membawa peluit untuk memperingatkan lingkungan sekitar saat agen imigrasi muncul. Bentrokan antara petugas dan demonstran kerap terjadi, bahkan dalam beberapa kasus berubah menjadi kekerasan.

Pemerintah daerah Minnesota telah menggugat pemerintah federal dan meminta pengadilan mengeluarkan perintah penghentian sementara operasi tersebut. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Senin, (26/1).

Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan imigrasi domestik Trump. Video agen bertopeng yang menyeret orang dari trotoar, termasuk anak-anak serta laporan warga negara AS yang ditahan, semakin memperkuat kritik terhadap operasi tersebut.

Mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama turut mengecam keras kematian Pretti. Dalam pernyataan bersama pada Minggu (25/1), keduanya menyebut insiden itu sebagai peringatan keras bahwa nilai-nilai inti Amerika Serikat semakin berada di bawah serangan.

Mereka juga menilai Presiden Trump dan pemerintahannya terlihat ingin memperumit situasi alih-alih meredakannya. (Fer/I-1)