Mengenal Carditis: Peradangan Jantung yang Bisa Berakibat Fatal
PERADANGAN jantung atau carditis merupakan kondisi langka yang terjadi ketika organ jantung mengalami infeksi atau cedera. Meski tergolong jarang, kondisi ini dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, peradangan jantung dapat menyerang beberapa bagian penting jantung, mulai dari otot jantung, lapisan dalam, hingga selaput pelindung di bagian luar jantung.
Tiga Jenis Peradangan Jantung
Secara umum, carditis terbagi menjadi tiga jenis utama, tergantung pada bagian jantung yang terdampak.
- Endokarditis terjadi ketika infeksi menyerang lapisan dalam jantung dan katupnya. Kondisi ini berisiko menyebar ke bagian tubuh lain.
- Sementara itu, miokarditis menyerang otot jantung yang berfungsi memompa darah, sehingga dapat mengganggu kinerja jantung.
- Adapun perikarditis merupakan peradangan pada selaput pelindung jantung (perikardium). Saat meradang, lapisan ini dapat menebal dan menimbulkan gesekan yang menyebabkan nyeri.
Gejala Carditis yang Perlu Diwaspadai
Gejala peradangan jantung dapat bervariasi, dari ringan hingga berat. Namun, secara umum kondisi ini ditandai dengan nyeri dada, sesak napas, dan demam.
Beberapa gejala lain juga bisa muncul tergantung jenisnya. Pada endokarditis, penderita dapat mengalami nyeri perut, keringat malam, hingga darah dalam urine. Pada miokarditis, gejalanya meliputi pembengkakan pada kaki, jantung berdebar, dan kelelahan ekstrem.
Sementara pada perikarditis, nyeri dada biasanya terasa lebih ringan saat penderita duduk dan condong ke depan. Dalam beberapa kasus, gejala infeksi seperti flu atau virus bisa muncul lebih dulu sebelum peradangan menyerang jantung.
Penyebab dan Faktor Risiko Carditis
Sebagian besar kasus peradangan jantung disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, termasuk infeksi seperti covid-19, HIV, herpes, hingga penyakit Lyme. Selain itu, demam rematik juga dapat memicu kondisi ini.
Tak hanya infeksi, carditis juga dapat dipicu oleh penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus, cedera dada, paparan zat berbahaya seperti timbal, serta efek samping obat tertentu.
Semua orang berisiko mengalami kondisi ini, tetapi pria disebut lebih rentan. Risiko juga meningkat pada penderita diabetes, HIV/AIDS, gangguan makan, serta mereka yang menjalani prosedur medis tertentu seperti pemasangan kateter, terapi radiasi, atau operasi jantung.
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Pada kasus ringan, peradangan jantung bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi yang lebih berat dapat memicu komplikasi serius.
Beberapa di antaranya adalah pembekuan darah, penyakit jantung koroner, kardiomiopati, gagal jantung, hingga gangguan irama jantung. Dalam kondisi tertentu, peradangan juga dapat menyebabkan infeksi menyebar ke seluruh tubuh, gangguan paru-paru, serta penumpukan cairan di sekitar jantung.
Cara Menurunkan Risiko Peradangan Jantung
Meski tidak semua faktor risiko bisa dihindari, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena peradangan jantung. Di antaranya adalah membatasi konsumsi alkohol, menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta merawat kebersihan kulit guna mencegah infeksi.
Perlu diingat, peradangan jantung bisa terjadi lebih dari satu kali. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini dan segera memeriksakan diri jika mengalami tanda-tanda yang mencurigakan.
(Cleaveland Clinic/H-3)