Jurnalis Diingatkan untuk Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Rutinitas
DI balik kecepatan menyampaikan informasi, jurnalis sering kali terpapar tekanan kerja tinggi dan rutinitas yang padat. Menyadari beban profesi tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar media gathering bertajuk “Merawat Kebersyukuran melalui Seni dan Jurnalisme yang Berdampak” di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/3).
Acara ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda formal, melainkan ruang aman bagi insan media untuk sejenak berhenti dari rutinitas peliputan dan berefleksi.
Dalam psikologi, langkah sederhana seperti melatih rasa syukur dan memaafkan diri sendiri merupakan cara efektif menjaga keseimbangan emosi di tengah tekanan pekerjaan.
Seni Mengolah Emosi di Tengah Rutinitas
Melalui workshop interaktif yang dipandu tim Program Studi Psikologi UPH, para jurnalis diajak memahami konsep kebersyukuran sebagai pendekatan reflektif untuk memahami pengalaman hidup dengan sudut pandang yang lebih sehat.
Ketua Program Studi Psikologi UPH, Karel Karsten Himawan, menekankan bahwa proses memaafkan adalah pintu masuk menuju penerimaan diri.
“Semoga melalui kegiatan ini, setiap kita dapat semakin terinspirasi untuk memahami makna sejati dari memaafkan dan belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan,” ujar Karel.
Para jurnalis dipandu melakukan serangkaian aktivitas untuk mengurai beban emosional:
- Eksplorasi Diri: Menggunakan kartu Point of You untuk memaknai pengalaman hidup melalui gambar dan kata secara personal.
- Katarsis Visual: Melalui aktivitas mewarnai (colouring) untuk mengingat kembali pengalaman masa lalu yang masih menyisakan beban.
- Menata Pikiran: Melakukan sesi journaling untuk mengatur ulang cara pandang terhadap pengalaman pengampunan.
- Ekspresi Syukur: Menutup sesi dengan menggambar sebagai representasi kelegaan setelah mampu memaafkan diri sendiri.
Apresiasi untuk Penjaga Percakapan Publik
Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations UPH, Andry M. Panjaitan, menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah bentuk penghargaan bagi jurnalis yang berperan penting dalam membentuk percakapan publik.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini telah membantu menyuarakan berbagai inisiatif dan pencapaian UPH,” ungkap Andry.
Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Osmar Silalahi, ini diakhiri dengan buka puasa bersama.
UPH berharap melalui penguatan kesehatan mental ini, para jurnalis dapat terus menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Z-1)