227 Juta Anak Diprediksi Mengalami Obesitas pada 2040


Penulis:  Thalatie K Yani - 04 March 2026, 10:44 WIB
freepik

DUNIA sedang menghadapi ancaman krisis kesehatan serius bagi generasi mendatang. Laporan internasional terbaru memperingatkan bahwa tanpa tindakan drastis, lebih dari 220 juta anak di seluruh dunia akan menderita obesitas pada tahun 2040.

Berdasarkan data World Obesity Atlas 2026 dari World Obesity Federation, jumlah anak usia 5 hingga 19 tahun yang mengalami obesitas diprediksi melonjak dari 180 juta pada tahun 2025 menjadi 227 juta pada 2040. Lebih mengkhawatirkan lagi, lebih dari setengah miliar anak dalam kelompok usia tersebut diperkirakan akan memiliki berat badan berlebih (overweight).

Kondisi ini bukan sekadar masalah berat badan. Laporan tersebut mengestimasikan setidaknya 120 juta anak usia sekolah akan menunjukkan tanda-tanda awal penyakit kronis akibat Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi. Sebagai informasi, seseorang dikategorikan obesitas jika memiliki BMI 30 atau lebih, dan kelebihan berat badan jika BMI di atas 25.

Kegagalan Lingkungan dan Ancaman Penyakit

Johanna Ralston, Kepala Eksekutif World Obesity Federation, menyebut peningkatan ini sebagai bukti kegagalan dalam menanggapi obesitas sebagai penyakit serius.

"Tidaklah benar membiarkan satu generasi terjerumus ke dalam obesitas serta penyakit tidak menular kronis yang berpotensi fatal yang sering menyertainya," tegas Ralston.

Di Inggris, sekitar 3,8 juta anak tercatat memiliki BMI tinggi, angka rekor yang menempatkan negara tersebut sebagai salah satu yang terburuk di Eropa. Pada 2040, diprediksi 370.000 anak di Inggris akan menunjukkan tanda-tanda penyakit kardiovaskular dan 271.000 lainnya menderita hipertensi.

Ketimpangan Regional dan Intervensi Industri

Laporan ini menyoroti ketimpangan regional yang tajam. Sepuluh negara dengan tingkat obesitas anak tertinggi berada di wilayah Pasifik Barat dan Amerika. Namun, pertumbuhan tercepat justru terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dr. Kremlin Wickramasinghe dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa menyatakan bahwa obesitas anak adalah "kegagalan lingkungan". Ia mendesak pemerintah untuk berani membatasi pemasaran industri makanan yang menargetkan anak-anak.

"Mayoritas pemerintah membiarkan industri makanan menargetkan anak-anak tanpa batasan. Yang kita butuhkan adalah kemauan politik untuk mengambil tindakan dan melawan campur tangan industri," ujarnya.

Langkah Strategis Pemerintah

Menanggapi laporan ini, juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial menyatakan pemerintah mulai memperketat aturan iklan makanan tidak sehat (junk food) di televisi sebelum jam 21.00 dan melarangnya secara total di media daring. Langkah ini diharapkan mampu memangkas hingga 7,2 miliar kalori per tahun dari pola makan anak-anak.

Selain itu, pemerintah daerah diberikan wewenang lebih kuat untuk menghentikan pembukaan gerai makanan cepat saji di dekat lingkungan sekolah guna menciptakan ekosistem hidup yang lebih aktif dan sehat bagi anak-anak. (The Guardian/Z-2)