Rahasia Menu Antiaging: Pentingnya Variasi Nutrisi untuk Cegah Penuaan Dini


Penulis: Basuki Eka Purnama - 27 February 2026, 09:46 WIB
Freepik

PENUAAN dini sering kali menjadi kekhawatiran banyak orang, terutama dampaknya pada kesehatan kulit. Namun, proses biologis ini ternyata dapat dihambat melalui pola makan yang tepat. 

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-K, menjelaskan bahwa pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.

Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, dikutip Jumat (27/2), Karina memaparkan bahwa nutrisi tersebut berfungsi melawan kerusakan sel. Salah satu strategi termudah adalah dengan mengonsumsi sayur dan buah yang beragam.

“Beberapa makanan yang memang bisa membantu untuk menghindari proses penuaan tersebut, contohnya sayur-sayuran dan buah-buahan itu harus yang bervariasi dalam jenis, warna itu juga akan memiliki kandungan yang berbeda-beda sehingga bermanfaat,” tutur lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Hubungan Nutrisi dan Mekanisme Penuaan

Penuaan bukan sekadar munculnya kerutan, melainkan melibatkan mekanisme molekuler dan seluler yang kompleks. 

Seiring bertambahnya usia, fungsi metabolik tubuh cenderung menurun. Hal ini memicu ketidakseimbangan energi yang berujung pada akumulasi lemak.

Kondisi inilah yang perlu diwaspadai, karena tumpukan lemak dapat memicu peradangan sistemik. 

“Akumulasi lemak yang ada di tubuh kita, akan meningkatkan peradangan kemudian akan terjadinya juga kerusakan sel, stres oksidatif, dan akan meningkatkan proses aging dan meningkatkan penyakit degeneratif,” jelas Karina.

Oleh karena itu, peran antioksidan dan antiinflamasi menjadi sangat vital. Keduanya bekerja menyediakan bahan baku untuk regenerasi sel, mengendalikan peradangan, serta melindungi struktur jaringan tubuh dalam jangka panjang.

Daftar Pangan Pencegah Penuaan

Untuk menghambat proses antiaging, Karina menyarankan konsumsi makanan yang kaya akan Omega-3 dan memiliki indeks glikemik rendah. Sumber terbaik bisa didapatkan dari ikan salmon, ikan kembung, serta penggunaan minyak zaitun (extra virgin olive oil).

“Kita harus mencari makanan yang indeks glikemiknya rendah sehingga akan menurunkan juga gangguan dari hormon insulin yang ada di tubuh, sehingga juga bisa mengurangi proses stres oksidatif tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, dua senyawa penting yang sangat dianjurkan adalah:

  • Flavonoid: Umumnya ditemukan pada buah-buahan berwarna cerah seperti ceri, raspberry, dan stroberi. Senyawa ini biasanya memberikan warna biru, merah, atau ungu pada tanaman.
  • Karotenoid: Pigmen alami yang memberikan warna kuning hingga merah, banyak terkandung dalam wortel, labu, ubi jalar, tomat, bayam, hingga brokoli.

Hindari Pemicu Inflamasi

Di sisi lain, masyarakat diminta waspada terhadap makanan yang justru mempercepat penuaan dengan meningkatkan inflamasi. 

Beberapa di antaranya adalah makanan yang mengandung gula buatan, makanan cepat saji (fast food), serta minuman bersoda dan berenergi.

Sebagai penutup, dokter yang berpraktik di Klinik Bamed ini kembali menekankan pentingnya keberagaman menu sehari-hari. 

“Kita wanti-wanti sering kali mereka harus mengonsumsi makanan yang bervariasi gitu, jangan makannya itu lagi,” pungkasnya. (Ant/Z-1)