Urutan Sunnah Berbuka Puasa yang Benar untuk Magrib Hari Ini: Air Putih, Kurma, dan Doa


Penulis:  Media Indonesia - 20 February 2026, 07:19 WIB
freepik

BERBUKA puasa sering kali menjadi ajang "balas dendam" dengan mengonsumsi berbagai hidangan sekaligus. Padahal, Islam telah mengatur urutan sunnah magrib hari ini yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga sangat ideal bagi kesehatan metabolisme tubuh.

1. Menyegerakan Berbuka (Ta'jil)

Sunnah yang paling utama saat waktu Magrib tiba menyegerakan berbuka. Jangan menunggu hingga azan selesai atau bahkan menundanya tanpa alasan syar'i. Rasulullah SAW menekankan bahwa keberkahan umatnya terletak pada kecepatan mereka dalam membatalkan puasa tepat pada waktunya.

2. Pilihan Menu Pembatal Puasa

Berdasarkan hadis riwayat Abu Daud, terdapat urutan prioritas makanan yang digunakan Rasulullah SAW untuk berbuka:

  • Ruthab (Kurma Segar): Memiliki tekstur lembut dan kadar air tinggi, sangat baik untuk energi instan.
  • Tamr (Kurma Kering): Jika tidak tersedia kurma segar, kurma kering adalah alternatif terbaik. Disunnahkan mengonsumsinya dalam jumlah ganjil (1, 3, atau 5 butir).
  • Air Putih: Jika kurma tidak tersedia, cukup batalkan dengan beberapa teguk air putih suhu ruang. Air putih berfungsi menghidrasi sel-sel tubuh yang kering tanpa membebani kerja lambung.

3. Membaca Doa Buka Puasa yang Mustajab

Waktu berbuka menjadi salah satu waktu di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Berikut urutan doa yang dianjurkan:

Doa Setelah Membatalkan Puasa (Sahih)

"Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah."

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaallah." (HR. Abu Daud).

Doa Syukur (Populer)

"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu."

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

4. Jeda Salat Magrib Sebelum Makan Besar

Sangat disarankan untuk tidak langsung menyantap makanan berat (nasi dan lauk pauk) sesaat setelah azan. Urutan yang ideal adalah:

  1. Membatalkan puasa dengan takjil ringan (air/kurma).
  2. Melaksanakan Salat Magrib.
  3. Menyantap makan besar setelah salat.

Jeda waktu sekitar 10-15 menit ini memberikan kesempatan bagi lambung untuk memproduksi enzim pencernaan secara bertahap, sehingga mencegah perut kembung (begah) dan rasa kantuk yang berlebihan.

Mengikuti urutan sunnah berbuka puasa magrib hari ini cara terbaik untuk menjaga kualitas ibadah dan kesehatan selama bulan Ramadan. Dengan memulai dari yang ringan, kita memberikan hak tubuh secara perlahan tanpa mengabaikan aspek spiritual yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

(H-4)