Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Keluarga Aman bagi Perempuan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurut Lestari, perempuan memiliki kontribusi strategis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan bebas dari kekerasan menjadi langkah mendasar yang harus diwujudkan secara serius.
“Perempuan memegang peranan krusial dalam pembangunan. Menjadikan keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan merupakan strategi penting yang harus direalisasikan,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Senin (26/1).
Dorongan tersebut sejalan dengan rekomendasi Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang disampaikan kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) pada Rabu (21/1).
Dalam rekomendasinya, Komnas Perempuan mengidentifikasi 18 isu krusial yang dihadapi perempuan dalam lingkup keluarga. Isu-isu tersebut dikelompokkan ke dalam empat klaster, yakni persoalan struktural, dampak kekerasan yang berpotensi mengancam nyawa, kerentanan perempuan dalam komunitas adat dan agama, serta praktik pemiskinan perempuan di dalam keluarga.
Lestari menilai, berbagai persoalan tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan jika tidak segera ditangani secara komprehensif. Karena itu, ia menekankan pentingnya perhatian dan langkah nyata dari seluruh pemangku kepentingan.
“Isu-isu krusial yang dihadapi perempuan ini harus menjadi perhatian serius dan segera diatasi, karena dampaknya dapat memengaruhi keberlanjutan pembangunan,” ujar perempuan yang akrab disapa Rerie itu.
Rerie yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi X menegaskan perlunya percepatan upaya perlindungan serta pemenuhan hak-hak dasar perempuan, baik di ranah keluarga maupun masyarakat.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, terpenuhinya hak-hak perempuan dapat mendorong peningkatan partisipasi perempuan di berbagai sektor pembangunan. Dengan begitu, kontribusi perempuan dapat semakin optimal dalam mempercepat kemajuan bangsa. (E-3)