Henti Jantung Mendadak, Kenali Perbedaannya dengan Serangan Jantung dan Cara Mengatasinya


Penulis: Muhammad Ghifari A - 25 January 2026, 08:10 WIB
freepik

JANTUNG merupakan organ vital yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Namun, di balik fungsinya yang krusial, jantung juga rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. 

Salah satu kondisi yang paling berbahaya adalah henti jantung mendadak, yang kerap disalahartikan sebagai serangan jantung. Meskipun keduanya memiliki mekanisme yang berbeda.

Mengenal Henti Jantung Mendadak

Henti jantung mendadak adalah kondisi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak atau berdetak sangat tidak efektif sehingga tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung, yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otot jantung, umumnya karena penyumbatan pembuluh darah koroner.

Pada serangan jantung, otot jantung dapat mengalami kerusakan atau kematian jaringan. Meski demikian, serangan jantung tidak selalu menyebabkan jantung berhenti berdetak. Sebaliknya, henti jantung mendadak lebih sering berkaitan dengan gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang membuat irama jantung menjadi tidak normal.

Seperti dijelaskan National Library of Medicine, serangan jantung dapat memicu henti jantung mendadak dan berujung pada kematian mendadak apabila tidak segera ditangani.

Gejala

Henti jantung mendadak sering kali terjadi tanpa peringatan. Namun, ketika muncul, gejalanya biasanya bersifat berat dan terjadi secara tiba-tiba, antara lain:

  • Kolaps atau terjatuh mendadak
  • Kehilangan kesadaran
  • Tidak teraba denyut nadi
  • Tidak bernapas atau napas tidak terdeteksi

Dalam beberapa kasus, terdapat gejala awal yang bisa menjadi tanda peringatan, seperti:

  1. Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada
  2. Sesak napas
  3. Tubuh terasa sangat lemas
  4. Detak jantung cepat dan tidak beraturan

Penyebab

Sebagian besar kasus henti jantung mendadak disebabkan oleh aritmia, yaitu gangguan irama jantung yang membuat jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Faktor lain yang dapat memicu kondisi ini meliputi:

  • Serangan jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Trauma berat, seperti benturan keras di dada
  • Konsumsi obat-obatan atau alkohol secara berlebihan
  • Paparan kejutan listrik, seperti tersetrum atau tersambar petir
  • Gangguan pernapasan, misalnya akibat asma berat atau tersedak
  • Reaksi alergi berat
  • Kadar kalium rendah (hipokalemia)
  • Kekurangan oksigen (hipoksia)
  • Gangguan elektrolit lainnya

Cara Mengatasi

Penanganan henti jantung mendadak harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar peluang pasien untuk bertahan hidup. Jika seseorang di sekitar dicurigai mengalami henti jantung mendadak, segera hubungi layanan medis darurat atau ambulans.

Sambil menunggu bantuan medis, resusitasi jantung dan paru (RJP/CPR) dapat dilakukan untuk menjaga aliran darah dan oksigen ke otak. Tenaga medis nantinya dapat menggunakan defibrilator untuk membantu mengembalikan irama jantung ke kondisi normal.

Setelah kondisi darurat teratasi, pasien biasanya akan menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit, termasuk pemberian obat-obatan dan prosedur medis tertentu sesuai penyebab yang mendasarinya. Program rehabilitasi jantung juga sering diperlukan untuk memulihkan fungsi jantung dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Komplikasi

Henti jantung mendadak dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang, terutama akibat kekurangan oksigen ke otak, seperti:

  • Perubahan kepribadian
  • Gangguan daya ingat
  • Mudah merasa lelah
  • Gangguan keseimbangan
  • Masalah bicara dan bahasa
  • Mikoklonus (gerakan tubuh yang tidak disadari)

Pencegahan

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, berhenti merokok, serta mengelola stres dengan baik. Bagi individu yang memiliki faktor risiko, pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala sangat dianjurkan sebagai langkah antisipasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Henti jantung mendadak merupakan kondisi medis darurat yang tidak boleh ditunda penanganannya. Screening dan konsultasi ke dokter sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko tertentu, guna mencegah kejadian fatal di kemudian hari. (Primaya Hospital/Z-2)