Konsumsi Dua Buah Kiwi Sehari Bisa Membuat Kulit Lebih Kencang dan Sehat


Penulis: Atalya Puspa     - 19 January 2026, 10:50 WIB
Freepik.com

MERAWAT kulit tidak selalu harus mengandalkan krim atau serum perawatan dari luar. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi buah dari dalam tubuh juga berpotensi berkontribusi pada kesehatan kulit. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology menemukan bahwa mengonsumsi dua buah kiwi setiap hari dapat meningkatkan kadar vitamin C di jaringan kulit, yang berperan penting dalam menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.

Vitamin C dikenal sebagai nutrisi utama dalam proses pembentukan kolagen, yaitu protein struktural yang membantu menjaga kulit tetap padat dan tidak mudah kendur. Selama ini, vitamin C lebih sering diasosiasikan dengan produk perawatan kulit topikal. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa asupan vitamin C melalui makanan juga dapat mencapai jaringan kulit secara langsung.

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 26 hingga 38 partisipan dari Selandia Baru dan Jerman. Mayoritas peserta merupakan perempuan dengan usia rata-rata 57 tahun dan memiliki kadar vitamin C yang rendah pada awal penelitian. 

Selama delapan minggu, seluruh peserta diminta mengonsumsi dua buah kiwi SunGold setiap hari, dengan kandungan sekitar 125 miligram vitamin C per buah. Sampel darah dan jaringan kulit diambil sebelum dan sesudah periode intervensi untuk melihat perubahan yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar vitamin C baik di dalam darah maupun di jaringan kulit. Peningkatan ini dikaitkan dengan kulit yang lebih padat, lebih kencang, serta proses pembaruan lapisan kulit luar yang lebih cepat. Indikator-indikator tersebut menunjukkan bahwa proses yang berkaitan dengan kolagen di kulit kemungkinan mendapat dukungan dari asupan vitamin C melalui makanan.

Menurut Michelle Routhenstein, ahli gizi kardiologi yang menanggapi hasil penelitian tersebut, temuan ini menjadi salah satu bukti awal bahwa vitamin C dari makanan tidak hanya meningkatkan kadar vitamin C dalam darah, tetapi juga benar-benar mencapai kulit dan berdampak pada struktur serta fungsi kulit.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil studi ini perlu disikapi dengan hati-hati. Penelitian tersebut tidak melibatkan kelompok kontrol atau pembanding, sehingga tidak dapat memastikan secara mutlak bahwa konsumsi kiwi menjadi satu-satunya penyebab perubahan pada kulit. 

"Selain itu, durasi penelitian yang hanya berlangsung selama dua bulan membuat efek jangka panjangnya belum dapat dipastikan," ungkap Routhenstein. 

Ahli gizi Lauren Manaker menambahkan bahwa manfaat yang sama mungkin tidak terlalu terasa pada orang yang sejak awal sudah memiliki asupan vitamin C yang cukup. Dengan kata lain, efeknya kemungkinan lebih signifikan pada individu yang mengalami kekurangan vitamin C.

Para ahli juga menekankan bahwa manfaat untuk kesehatan kulit tidak harus diperoleh dari kiwi saja. Berbagai buah dan sayuran lain yang kaya vitamin C, seperti jeruk, stroberi, paprika, dan aneka buah beri, berpotensi memberikan efek serupa. Konsistensi dalam mengonsumsi vitamin C dinilai lebih penting dibandingkan jenis buah yang dipilih.

Selain vitamin C, kiwi juga mengandung serat, kalium, karotenoid, serta berbagai senyawa antioksidan lain yang kemungkinan bekerja secara bersamaan dalam mendukung kesehatan kulit. Namun, bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan asupan serat tinggi, konsumsi dua buah kiwi per hari dapat menimbulkan gangguan pencernaan ringan.

Secara keseluruhan, meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan dengan skala lebih besar, temuan ini memperkuat pandangan bahwa pola makan sehat dan kaya nutrisi berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam tubuh.(H-2)