IHSG Ditutup Anjlok di Bawah 8.000 akibat Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel


Penulis:  Media Indonesia - 03 March 2026, 17:21 WIB
MI/Usman Iskandar

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Selasa (3/3/2026) berakhir melemah signifikan. Hal ini seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah (Timteng).

IHSG ditutup melemah 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,89 poin atau 0,85 persen ke posisi 805,59.

Eskalasi Geopolitik: Serangan Iran ke Kedubes AS

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif utama. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berkembang cepat memasuki hari keempat.

Situasi memanas setelah Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan diserang oleh Iran pada Selasa (3/3). Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlangsung lebih lama dari estimasi sebelumnya yang hanya empat pekan.

"Perang dikhawatirkan akan meluas karena Israel secara bersamaan menargetkan Iran dan Libanon, setelah kelompok militan Hizbullah menyerang Tel Aviv dengan rudal dan drone," ujar Ratna dalam kajiannya.

Dampak Penutupan Selat Hormuz Terhadap Pasar Energi

Selain faktor serangan fisik, kebijakan Iran menutup Selat Hormuz menimbulkan gejolak hebat di pasar energi global. Jalur perdagangan strategis ini mencatat aliran minyak sebesar 13 juta barel per hari (bpd) pada tahun 2025 atau sekitar 31 persen dari total pengiriman minyak mentah melalui laut di seluruh dunia.

Peringatan Analis: Penutupan Selat Hormuz secara berkepanjangan akan mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia lebih lanjut yang secara langsung dapat memicu lonjakan inflasi global, terutama di kawasan Asia.

Statistik Perdagangan 3 Maret 2026

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mengalami penurunan. Sektor barang baku mencatat koreksi terdalam sebesar 3,78 persen, diikuti sektor transportasi & logistik (2,15%) dan sektor teknologi (1,03%).

Namun, sektor energi tetap menguat 0,37 persen di tengah ekspektasi kenaikan harga minyak dunia. Berikut adalah ringkasan performa saham hari ini:

  • Top Gainers: MPOW, RMKO, HUMI, BOAT, GTSI.
  • Top Losers: INDS, JAYA, JGLE, OILS, UNVR.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.956.399 kali transaksi dengan volume saham mencapai 47,14 miliar lembar senilai Rp29,80 triliun. Sebanyak 347 saham terpantau menurun, 343 saham naik, dan 128 saham stagnan. (Ant/I-2)

Bursa Regional Asia Perubahan (%)
Nikkei 225 (Jepang) -3,06%
Shanghai Composite (Tiongkok) -1,43%
Hang Seng (Hong Kong) -1,12%
Strait Times (Singapura) +0,42%