KEK Batang Perkuat SDM Lokal Lewat Program Transfer Teknologi di Tiongkok
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Salah satu tenant, PT Ace Medical Products Indonesia, mengirimkan 156 karyawan Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, Tiongkok.
Program pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni November 2025-Februari 2026 dan Maret-Juni 2026. Dari total peserta, sekitar 80% atau 117 orang merupakan tenaga kerja asal Batang, sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat lokal sejak awal operasional.
HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia Agnes Galih menjelaskan pelatihan dilakukan di Tiongkok karena sistem produksi, teknologi, bahan baku, hingga tenaga pelatih masih terpusat di sana.
"Para karyawan dibekali pemahaman menyeluruh mengenai proses produksi, standar operasional, teknologi, hingga budaya kerja perusahaan agar siap bekerja sesuai standar global saat fasilitas di Batang mulai beroperasi," ujar Agnes.
Materi pelatihan mencakup berbagai kompetensi, mulai dari pengoperasian mesin produksi, quality assurance, teknisi, sterilisasi, pengelolaan limbah cair, production material control, hingga sistem produksi berbasis teknologi. Selain aspek teknis, peserta juga mendapatkan penguatan kemampuan manajerial sesuai posisi masing-masing.
Salah satu peserta, Mokhammad Bima Dewanda, warga Desa Subah, Batang, mengaku pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga meski menghadapi tantangan adaptasi bahasa dan sistem kerja baru seperti SAP dan pengelolaan data. Ia menilai budaya kerja di Tiongkok sangat terbuka terhadap proses pembelajaran, dan ilmu yang diperoleh akan diterapkan serta dibagikan kepada rekan kerja di Batang.
Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Manajemen menargetkan dalam lima tahun ke depan operasional PT Ace Medical Products Indonesia dapat sepenuhnya dikelola oleh tenaga kerja Indonesia.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyatakan investasi perusahaan ini berpotensi menyerap hingga 3.500 tenaga kerja, dengan prioritas masyarakat lokal.
"Investasi tersebut tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas, alih teknologi, dan pembentukan etos kerja global," tutur Faiz.
Sementara itu, Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki menegaskan program pelatihan ke luar negeri mencerminkan investasi berkualitas yang tidak hanya membangun fasilitas industri, tetapi juga memperkuat kompetensi SDM.
Saat ini sebagian besar operasional perusahaan telah dijalankan tenaga kerja lokal, sementara posisi pimpinan proyek masih dipegang tenaga kerja asing dalam proses transisi menuju kemandirian penuh oleh SDM Indonesia.
Program pelatihan ini semakin menegaskan posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan peningkatan daya saing tenaga kerja lokal. (E-3)