Kisah Jeni, dari Penjual Nasi hingga Jadi Account Officer PNM Mekaar yang Berdayakan UMKM


Penulis: Heryadi - 31 January 2026, 11:51 WIB
Antara

Setiap pukul tiga dini hari, saat banyak remaja masih tertidur, Jeni Adilasari sudah memulai harinya di rumah sederhana di Bojonegoro. Sejak SMP, ia membantu ibunya menyiapkan nasi bungkus untuk dijual. Sebagian dititipkan ke warung, sebagian lagi ia bawa ke sekolah untuk ditawarkan ke teman-temannya. Masa kecilnya lekat dengan kerja keras dan tanggung jawab membantu ekonomi keluarga.

Di tengah rutinitas itu, Jeni sempat heran karena ibunya sering tidak berada di rumah sepulang sekolah. Rasa ingin tahu membawanya bertanya kepada tetangga, dan ia mendapat jawaban bahwa sang ibu sedang “sekolah di Mekaar.” Bagi warga setempat, “sekolah” tersebut adalah Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) nasabah program Mekaar, tempat para ibu belajar mengelola usaha dan keuangan.

Dari situ Jeni mulai memahami bahwa ibunya tidak sekadar berdagang, tetapi sedang menata masa depan keluarga. Pengalaman itu menanamkan tekad dalam dirinya untuk suatu hari terlibat langsung membantu para ibu pelaku usaha kecil.

“Kalau ibu-ibu seperti ibu saya saja mau belajar dan berani bermimpi, saya ingin suatu hari bisa berdiri di samping mereka,” kenang Jeni.

Dari Anak Nasabah Jadi Pendamping UMKM

Setelah lulus SMA, Jeni mendaftar sebagai Account Officer di program Mekaar milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Baginya, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara membalas manfaat yang pernah dirasakan keluarganya. Program tersebut membantu ibunya mendapatkan modal usaha dan pengetahuan mengelola keuangan.

Selama lima tahun bekerja, Jeni menyaksikan banyak nasabah berkembang. Di saat yang sama, hidupnya juga berubah. Ia bisa membantu ekonomi keluarga, mendukung adik-adiknya, dan perlahan mewujudkan mimpi-mimpi yang dulu terasa jauh.

Salah satu mimpi terbesarnya akhirnya terwujud pada Januari 2026. Melalui program penghargaan karyawan PNM, Jeni memperoleh hadiah umrah gratis sebagai apresiasi atas kinerja terbaiknya.

“Saya percaya kalau kita menanam niat baik, hal-hal baik akan menemukan jalannya. Tugas kita hanya konsisten berbuat baik, walau pelan,” ujarnya.

Meneruskan Semangat Pemberdayaan

Kini, setiap mendampingi pertemuan kelompok ibu-ibu, Jeni seperti melihat kembali perjalanan hidupnya. Ia memahami betul perjuangan para nasabah karena pernah berada di posisi yang sama. Dari catatan keuangan sederhana hingga cerita usaha rumahan, semuanya menjadi bagian dari proses tumbuh bersama.

Program Mekaar sendiri terus mendorong pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui pendampingan dan pembiayaan. Inisiatif ini juga diperkuat lewat kampanye seperti #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, sebagai kelanjutan dari gerakan pemberdayaan tahun-tahun sebelumnya.

Kisah Jeni menjadi contoh bagaimana akses pembiayaan dan pendampingan UMKM tidak hanya mengubah ekonomi keluarga, tetapi juga melahirkan generasi pendamping yang meneruskan dampak baik bagi masyarakat luas. (E-3)