Surat Pembaca

Perlu juga Menggapai Bulan

Kamis, 29 December 2016 05:20 WIB Penulis: Tomy Michael Tenaga edukatif FH Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

ANTARA/OKY LUKMANSYAH

BERBICARA harapan maka berbicara hal-hal yang terasa mustahil untuk digapai dan butuh perjuangan untuk menggapainya.

Saya ingin Indonesia mampu menguasai Mars dan beberapa ribu hektare tanah di bulan.

Sebelum mengirimkan warga negaranya, kita harus membuat pertahanan sendiri dari sisi hukum.

Hal yang saya sangat harapkan terjadi di 2017, yaitu pengundangan rancangan undang-undang kolonisasi Mars atau kolonisasi Bulan.

Walaupun belum terlihat rancangan undang-undangnya, pemerintah diharapkan segera melepaskan diri dari pengundangan rancangan undang-undang yang tidak terlalu mengurusi kepentingan personal dan tidak membawa pengaruh besar terhadap peradaban dunia.

Apabila membaca Outer Space Treaty 1967, perkembangan hukum angkasa luar di Indonesia sangatlah lamban, hingga saya membaca berita ahli hukum angkasa luar pertama bernama Raymond Jr Pardamean Sihombing yang menyelesaikan pendidikan tingginya di Rusia.

Ini berbeda dengan pendapat seseorang yang mengatakan, "Buat apa kita membuat peraturan tentang angkasa luar?".

Kita masih senang mempermasalahkan hal-hal yang tidak boleh dipermasalahkan seperti keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan karena jika masih berada dalam tempurung itu, pasti Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan negara yang tendensius teknologi.

Selain itu, hal penting lainnya ialah sosialisasi hukum angkasa luar di kampus-kampus yang berdedikasi terhadap pengembangan ilmu hukum berbasis 'liberal' di Indonesia sehingga pada akhirnya muncul-muncul penelitian hukum dengan tema hukum angkasa luar.

Menggapai Mars dan atau bulan ialah melalui peraturan perundang-undangan haruslah menjadi target utama pemerintah di 2017.

Kadang saya membayangkan, di bulan ada pedagang pecel lele sebagai makanan favorit.

Selamat bertelolet di awal 2017.

Komentar