Nusantara

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi

Selasa, 15 August 2017 14:39 WIB Penulis: Haryanto

Ilustrasi

MARAKNYA penipuan berkedok investasi perdagangan berjangka komoditi (PBK) serta tingginya transaksi ilegal di Indonesia memperlihatkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mengenal dengan baik perdagangan berjangka komoditi.

Oleh karena itu, PT. Rifan Financindo Berjangka (RFB), perusahaan pialang berjangka yang bergerak di bidang PBK bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) melakukan edukasi dan sosialisasi di sejumlah kota.

"Kami sebagai pelaku di industri PBK dan anggota dari BBJ dan KBI merasa perlu bersama-sama mengedukasi masyarakat dan berinvestasi yang lebih sehat di industri PBK melalui BBJ dan KBI," kata Teddy Prasetya, Chief Business Officer PT.RFB dalam jumpa pers di Semarang, kemarin.

Menurutnya, selama ini harus diakui bahwa masyarakat masih awam dengan jenis investasi ini, karena umumnya invetsai yang dikenal hanya saham, obligasi, reksadana , deposito. "Untuk itu, perlu adanya edukasi yang dimulai dari rekan-rekan media sebagai penyampai informasi yang tepat," imbuh Teddy.

Sementara menurut Dirut BBJ,Sthepanus Paulus Lumintang bahwa saat ini dinamika industri perdagangan berjangka komoditi masih memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan memberi kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

"Artinya, kita perlu melakukan sosialisasi dan edukasi yang konsisten kepada publik agar potensi tersebut dapat terealisasi, tentu saja dengan dukungan pemerintah juga," tandas Sthepanus, sembari menambahkan bahwa industri perdagangan berjangka komoditi yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas, tentunya lebih aman dari resiko penipuan berkedok investasi.

Sedangkan Syaiful Bachri, Kepala Cabang Rifan Semarang menyambut baik langkah sosialisasi bersama BBJ dan KBI di Semarang. "Dengan menyampaikan konten edukasi semacam ini melalui kerja sama dengan media sebagai mitra yang tepat, didukung ketegasan terhadap moral hazard para oknum di pialang berjangka, kami yakin kepercayaan untuk bertransaksi di PBK kembali meningkat."

Menurutnya, saat ini jumlah investor Rifan di Semarang terus mengalami pertumbuhan, saat ini mencapau 373 nasabah tersebar di wilayah Jawa Tengah dan diharapkan akan ada penambahan 200 nasabah baru tahun 2017 ini.(OL-3)

Komentar