BIDASAN BAHASA

Mendadak Persekusi

Ahad, 9 July 2017 02:01 WIB Penulis: Dony Tjiptonugroho

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

DALAM tiga bulan belakangan ini kata persekusi sempat mencuat dan dibicarakan dalam banyak kesempatan dan di sejumlah media di Indonesia. Dapat dimafhumi bahwa karena mendadak muncul, kata persekusi banyak dibahas. Bayangkan, ada organisasi yang memaparkan bahwa pada 2017 ini hingga Juni sudah ada 60 kasus persekusi.

Persekusi dalam kasus itu dimaknai sebagai tindakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau beberapa orang, yang didasari upaya segelintir pihak untuk memburu dan menangkap seseorang atau beberapa orang yang diduga telah menghina ulama dan agama. Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memaknai persekusi dengan sedikit berbeda.

KBBI memasukkan persekusi sebagai nomina dengan makna 'pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas'. Derivatnya ialah memersekusi dengan makna 'menyiksa, menganiaya'. Definisi dalam kamus itu lebih umum.

Saya membahas dengan kembali dulu ke kata persecution dalam bahasa Inggris. Berdasarkan Merriam Webster Dictionary, kata persecution dimaknai sebagai 'tindakan menyiksa khususnya pihak yang berbeda dalam asal usul, religi, atau pandangan sosial (the act or practice of persecuting especially those who differ in origin, religion, or social outlook)', sedangkan Cambridge English Dictionary memberi makna 'perlakuan kejam dan tidak adil dalam waktu yang lama karena ras, religi, atau keyakinan politis (unfair or cruel treatment over a long period of time because of race, religion, or political beliefs)'.

Merriam Webster Dictionary for Students mendefinisikan persecution sebagai 'perlakuan kejam dan berbahaya tanpa henti'. Merriam Webster Law Dictionary mendefinisikan persecution sebagai 'punishment or harassment usually of a severe nature on the basis of race, religion, or political opinion in one's country of origin'. Yang perlu digarisbawahi dalam definisi itu ialah tindakan menganiaya dilakukan terhadap pihak yang berbeda dalam hal asal usul, religi, atau pandangan sosial atau politik dan dalam waktu lama, kejam, dan berbahaya.

Kata persecution diketahui dipakai pertama kali pada abad ke-14. Verba persecute diketahui dipakai belakangan, abad ke-15. Sementara itu, KBBI baru memasukkan persekusi sebagai lema dalam edisi ketiga pada 2001.

Penggunaan yang terdokumentasi oleh Interglot.com ialah persecution of the Jews (persekusi Yahudi), persecution of heretics (persekusi orang bidah), dan persecution of witches (persekusi penyihir). Penggunaan persekusi yang tergolong baru di luar negeri ada di Bloomberg.com, artikel "Brazil's Popular Leader Lula on Trial: a Guide to What's Next" (20/6/2017) dengan kalimat 'In that case, a long shot for Lula to become a candidate would be to seek an injunction from the Supreme Court, alleging political persecution'.

Kata yang dianggap sinonim persecution ialah oppression, victimization, maltreatment, ill-treatment, mistreatment, abuse, ill-usage, dan discrimination.

Pembahasan persecution yang menjadi sumber penyerapan persekusi saya sampaikan karena definisi dalam KBBI terkesan umum. Unsur yang hilang dalam pendefinisian di KBBI ialah unsur ras atau asal usul, religi, dan pandangan politik orang serta periodenya.

Sementara itu, penggunaannya dalam masyarakat terlihat spesifik, seperti tersirat dalam laporan yang dibuat organisasi yang saya singgung di awal tulisan ini. Padahal, unsur itu dapat membantu membedakan situasi yang mewajarkan penggunaan persekusi alih-alih penyiksaan, intimidasi, atau penganiayaan agar tidak semua kekerasan dapat dilabeli persekusi.

Komentar