Megapolitan

Meikarta, Proyek Ambisius Lippo yang Akan Kalahkan Jakarta

Jum'at, 19 May 2017 12:47 WIB Penulis: Iqbal Musyaffa

www.meikarta.com

LIPPO Group telah mengumumkan rencana pembangunan kota raksasa yang diklaim akan menjadi lebih indah dari Jakarta. Nama kota raksasa baru garapan Lippo tersebut adalah Meikarta yang akan dibangun di atas lahan seluas 22 juta m2.

Menurut CEO Lippo Group James Riyadi di Jakarta, pembangunan tahap pertama kota ini sudah dirancang sejak 2014 dan pengerjaan fisik sudah dilakukan sejak Januari 2016 dengan pembangunan ratusan gedung pencakar langit setinggi 35-46 lantai. Lokasi kota baru ini berada di timur Jakarta dan dikelilingi beberapa kota baru seperti Lippo Cikarang, Jababela, serta MM2100.

“Ini merupakan proyek terbesar kami selama 67 tahun berdirinya kelompok usaha Lippo. Nilai investasi proyek ini sebesar Rp 278 triliun yang berasal dari internal perusahaan, pinjaman, dan pre selling, serta kemitraan investasi dengan Mitsubishi, Toyota, dan Sanko Soflan yang sudah memulai pengembangan awal,” urai James.

James memproyeksikan kota baru ini akan menjadi kota modern terlengkap baik fasilitas maupun infrastrukturnya di Asia Tenggara. “Kota ini berpotensi menjadi kota terpenting di Indonesia mengalahkan Jakarta. Diharapkan kota ini bisa menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan, dan tekanan sosial lainnya dari Jakarta.”

Pada Desember 2018 James meyakinkan sebanyak lima puluh gedung sudah siap untuk dihuni. Proyek ambisius ini akan mulai dipasarkan pada 13 Mei mendatang di Orange County, Lippo Cikarang. Melalui Meikarta, Lippo ingin memanfaatkan pusat ekonomi nasional di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung.

Menurut James, dalam catatan Lippo, sekitar 60% ekonomi nasional berada di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung. Dari jumlah tersebut, 70 persen pergerakan ekonomi ada di pusat Bekasi—Cikarang, dengan jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai 15 juta orang dalam 20 tahun mendatang.

“Saat perekonomian dunia lesu, kami berkomitmen tetap melakukan investasi infrastruktur dengan tujuan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Total penyerapan lapangan kerja untuk proyek ini akan mencapai 65 ribu orang,” lanjut James.

Untuk tahap pertama, kota baru itu sudah memulai pembangunan 400 ribu unit perumahan. Pasokan rumah tersebut akan menampung lebih dari 2 juta penghuni. Tahap pertama di rencanakan selesai dalam waktu 3 tahun. Meikarta dikelola dengan prinsip visi, keberanian, pengelolaan solid, kecepatan dan sistem keuangan yang sehat.

Saat ini, harga produk properti di sekitar koridor Bekasi—Cikarang mencapai Rp18 juta—Rp20 juta per meter persegi. Namun Lippo akan menawarkan produknya dengan harga di bawah Rp12,5 juta per meter, serta kredit kepemilikan rumah atau apartemen selama 20—25 tahun dengan suku bunga 8,25%.

Masyarakat juga dapat memiliki hunian di Meikarta dengan booking fee Rp2 juta, dan uang muka 10 persen dari total harga produk properti. Meikarta menjamin investasi di kawasan tersebut adalah yang terbaik di Asia Tenggara, karena masifnya infrastruktur yang akan dibangun.

Lippo berencana membangun tujuh pusat perbelanjaan mall dan komersial dengan total luasan 1,5 juta meter persegi, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional, 10 hotel internasional berbintang lima, perpustakaan nasional, teater opera dan pusat kesenian.

Untuk pendidikan, rencananya akan ada 100 sekolah dasar internasional dan nasional plus, dan 50 SMP, SMA nasional dan internasional, tiga universitas nasional, pusat riset industri, International exhibition center, dan Indonesian Silikon Valley.

Terkait pekerjaan pembangunan dan konstruksi di kawasan Meikarta, Lippo akan menggandeng kontraktor kontraktor nasional seperti Total Bangun Persada, Wika, PP, serta kontraktor lokal lainnya.(OL-3)

Komentar