BANJIR bandang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 akibat luapan sungai dan curah hujan tinggi, merusak banyak rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi. Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah melalui BNPB membangun hunian sementara (huntara). Tahap awal direncanakan sekitar 1.000 unit, menjadi bagian dari total ±2.437 unit huntara di berbagai wilayah terdampak yang dikerjakan vendor pelaksana BNPB.

Hingga Februari 2026, sebanyak 1.503 unit huntara telah rampung, 243 unit dalam progres di atas 50%, dan 691 unit masih di bawah 50%, dengan Kecamatan Pante Bidari menjadi lokasi pembangunan terbanyak. Meski pembangunan berjalan, per 27 Maret 2026 sebanyak 373 kepala keluarga atau 1.259 jiwa masih bertahan di 13 titik pengungsian karena huntara belum sepenuhnya siap dihuni.