AMERIKA Serikat masih menjadi negara dengan kapasitas reaktor nuklir terbesar di dunia, mencapai sekitar 97 ribu MWe. Posisi berikutnya ditempati Prancis dengan 63 ribu MWe, disusul Tiongkok 57 ribu MWe. Sementara itu, kapasitas nuklir negara lain seperti Jepang (31 ribu MWe), Rusia (28 ribu MWe), dan Korea Selatan (27 ribu MWe) juga menunjukkan peran penting energi nuklir dalam pasokan listrik mereka.
Secara umum, kapasitas nuklir global masih didominasi oleh negara maju dengan infrastruktur energi yang telah berkembang lama. Namun, negara-negara Asia mulai mengejar, terutama melalui ekspansi pembangunan reaktor di Tiongkok serta penguatan kapasitas di Korea Selatan dan India. Tren ini menunjukkan pergeseran pusat pertumbuhan energi nuklir ke Asia seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan transisi menuju energi rendah emisi.



