NARASI di media sosial menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berisiko menjadi “bom waktu” karena dinilai dapat membuat cuaca tidak stabil, memicu fenomena kolam dingin (cold pool), serta memindahkan hujan ke wilayah lain. Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa OMC merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.

BMKG menjelaskan bahwa cold pool adalah fenomena meteorologi alami yang selalu terbentuk setiap kali hujan terjadi, baik secara alami maupun melalui OMC. OMC sendiri tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah terbentuk. Terkait isu pemindahan hujan, BMKG menggunakan dua metode, yakni jumping process method dengan menyemai awan di laut agar hujan jatuh di perairan, serta competition method dengan menyemai dini awan di daratan agar tidak berkembang menjadi hujan ekstrem. Dengan demikian, OMC tidak bertujuan memindahkan hujan ke wilayah pemukiman lain.