ASIA Tenggara menghadapi akhir tahun yang berat dengan banjir dan tanah longsor yang mengancam jutaan warga. Kawasan ini dikenal rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan badai tropis. Dalam tiga puluh tahun terakhir frekuensi banjir dan badai meningkat signifikan sementara perubahan iklim mempercepat hujan deras angin kencang dan risiko banjir yang lebih tinggi.
Beberapa negara mengalami dampak paling parah Indonesia khususnya di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh tercatat 755 korban meninggal 647 hilang dan 2600 orang terluka akses antarwilayah terputus dan evakuasi sangat sulit. Di Thailand Provinsi Songkhla dan Hat Yai ketinggian air mencapai tiga meter dengan 170 orang tewas dan 102 luka luka. Malaysia Negara Bagian Perlis mencatat lebih dari tujuh ribu orang mengungsi dan dua orang meninggal sementara Sri Lanka terdampak banjir bandang dan tanah longsor dengan 410 orang tewas dan 336 hilang. Curah hujan ekstrem dipicu oleh La NiƱa dan Indian Ocean Dipole negatif suhu laut lebih hangat dari normal dan adaptasi kawasan masih belum secepat perubahan iklim sehingga intensitas dan durasi musim hujan semakin tinggi.




