Program beasiswa yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyediakan pendanaan komprehensif bagi awardee. Biaya pendidikan dan registrasi ditanggung penuh (at cost), disertai tunjangan buku Rp10 juta per tahun. Dukungan penelitian mencakup bantuan tesis luar negeri Rp40 juta per tahun, disertasi Rp100 juta, seminar internasional Rp15 juta, dan publikasi jurnal Rp25 juta. Selain itu, LPDP menanggung transportasi dan visa (at cost), asuransi kesehatan Rp29 juta per tahun, serta tunjangan hidup sesuai negara tujuan, termasuk dana kedatangan sebesar 200 persen biaya hidup bulanan.

Namun, besarnya fasilitas tersebut juga diiringi polemik. Sorotan muncul terkait penerima beasiswa yang menetap di luar negeri, memicu perdebatan soal kewajiban kembali dan potensi brain drain. Kritik turut mengarah pada transparansi seleksi, ketimpangan akses bagi daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia), serta pengelolaan dana abadi pendidikan yang dituntut tetap akuntabel dan berdampak nyata.