PROYEK ambisius Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kembali jadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa kasus dugaan korupsi proyek ini telah masuk tahap penyelidikan sejak awal 2025. Lembaga antikorupsi itu masih menelusuri aliran dana dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait

Isu dugaan penggelembungan biaya mencuat setelah Mahfud MD, lewat kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, menyoroti perbedaan mencolok antara biaya pembangunan Whoosh dan proyek serupa di Tiongkok. Ia menyebut, biaya per kilometer kereta cepat di Indonesia mencapai US$52 juta, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan di negeri asal teknologinya. Dengan total nilai proyek sekitar US$7,3 miliar, di mana 75% pendanaannya berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), publik pun mempertanyakan transparansi, efisiensi, serta arah pembiayaan proyek yang kini menumpuk utang hingga puluhan triliun rupiah.