NASA Siapkan SR-1 Freedom, Pesawat Nuklir Pertama yang Siap Jelajahi Mars 2028


Penulis:  Thalatie K Yani - 28 March 2026, 08:34 WIB
NASA

ADMINISTRATOR NASA, Jared Isaacman, pekan ini mengumumkan langkah ambisius badan antariksa tersebut untuk mengembangkan pesawat luar angkasa antarpelanet bertenaga nuklir pertama. Proyek yang dinamakan Space Reactor-1 (SR-1) Freedom ini dijadwalkan meluncur menuju Mars pada tahun 2028.

Misi ini bukan sekadar perjalanan ke Planet Merah. Jika berhasil, SR-1 Freedom akan menjadi puncak dari eksperimen propulsi nuklir yang telah diupayakan selama lebih dari 60 tahun. NASA menyebut teknologi nuclear electric propulsion (NEP) ini akan memberikan "kemampuan luar biasa untuk transportasi massa yang efisien di ruang angkasa jauh."

Fisi Nuklir vs. Teknologi Lama

Berbeda dengan misi-misi sebelumnya yang menggunakan Radioisotope Thermoelectric Generators (RTG), seperti pada wahana Voyager atau robot penjelajah Perseverance, SR-1 Freedom mengusung teknologi yang jauh lebih bertenaga.

Jika RTG bekerja mengandalkan panas alami dari peluruhan radioaktif plutonium-238, SR-1 Freedom akan menggunakan reaktor fisi nuklir sungguhan. Ini adalah versi skala kecil dari pembangkit listrik tenaga nuklir di Bumi. Energi dari reaktor ini akan digunakan untuk menggerakkan mesin ion, yang bekerja dengan mengionisasi gas (seperti xenon) dan menyemprotkannya melalui nosel untuk menghasilkan dorongan.

Keunggulan di Ruang Hampa

Mengapa nuklir? Di tata surya bagian luar yang jauh dari sinar matahari, panel surya tidak lagi efektif. Penggunaan tenaga nuklir menawarkan dua keuntungan besar:

Jangkauan: Memungkinkan misi menembus kegelapan ruang angkasa jauh tanpa bergantung pada matahari.
Tenaga: Menghasilkan daya satu hingga dua kali lipat lebih besar dibandingkan tenaga surya, sehingga mampu membawa muatan (payload) yang jauh lebih berat dengan kecepatan tinggi.

Sebagai gambaran, mesin ion bertenaga nuklir ini mampu mendorong pesawat hingga kecepatan 320.000 kilometer per jam, jauh melampaui kemampuan roket kimia konvensional setelah kehabisan bahan bakar.

Tantangan Keamanan dan Etika

Meski menjanjikan, penggunaan nuklir di antariksa selalu memicu kekhawatiran publik terkait risiko radiasi. NASA menekankan bahwa keamanan adalah prioritas utama. Reaktor pada SR-1 Freedom akan ditempatkan di ujung tiang penyangga (boom) yang panjang untuk menjaga jarak aman radiasi dari komponen pesawat lainnya.

Namun, isu lingkungan tetap membayangi. Proses fisi menghasilkan limbah radioaktif. Para ahli mengingatkan bahwa mengirimkan "paket limbah beracun" melintasi tata surya dapat berisiko bagi astronot di masa depan atau mencemari biosfer planet lain jika terjadi kecelakaan jatuh.

Mengejar Waktu

Sejarah mencatat bahwa NASA telah mencoba teknologi ini sejak misi SNAP-10A pada 1965, namun sering terkendala masalah teknis dan regulasi. Kini, dengan target peluncuran di tahun 2028, NASA berpacu dengan waktu untuk membuktikan bahwa teknologi ini siap dioperasikan secara komersial dan ilmiah.

Jika SR-1 Freedom berhasil mengangkasa, cara manusia menjelajahi Mars dan planet-planet luar tidak akan pernah sama lagi. (Space/Z-2)