Tiga Bintang Sabuk Orion Lebih Terang dari Matahari hingga 200 Ribu Kali


Penulis: Abi Rama - 10 February 2026, 10:45 WIB
ESA/Hubble & NASA

LANGIT malam musim dingin dikenal sebagai waktu terbaik untuk menikmati keindahan bintang. Udara yang lebih dingin membuat atmosfer menjadi lebih jernih, sehingga bintang-bintang tampak lebih terang dan jelas. Di antara pemandangan tersebut, rasi Orion menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian, terutama tiga bintang yang membentuk sabuknya.

Tiga bintang sabuk Orion, yaitu Alnitak, Alnilam, dan Mintaka merupakan bintang superraksasa biru yang tingkat cahayanya luar biasa terang. Berdasarkan laporan dari Space.com, bintang-bintang ini memiliki luminositas rata-rata lebih dari 200.000 kali cahaya Matahari, menjadikannya salah satu objek paling terang di wilayah galaksi kita.

Superraksasa Biru yang Langka dan Sangat Terang

Ketiga bintang sabuk Orion tergolong sebagai blue supergiant, jenis bintang yang sangat langka dan termasuk paling bercahaya di Bima Sakti. Bintang-bintang ini masih berusia muda secara kosmik, tetapi memiliki suhu yang sangat panas dan warna kebiruan yang mencolok.

Jarak ketiganya dari Bumi berada di kisaran 900 hingga 2.000 tahun cahaya. Meski terletak sangat jauh, cahaya yang dipancarkan begitu kuat hingga masih tampak jelas dengan mata telanjang dari Bumi. Karena cahayanya yang dominan, bintang-bintang biru ini secara visual menguasai cakram galaksi, tempat lengan-lengan spiral Bima Sakti berada, termasuk lengan tempat tata surya kita berdiam.

Bagian dari Sabuk Gould

Bintang-bintang sabuk Orion juga merupakan bagian dari Gould’s Belt, yakni kumpulan longgar bintang-bintang terang yang membentang di sekitar galaksi. Sabuk ini pertama kali dipelajari astronom Benjamin Apthorp Gould pada abad ke-19 dan terdiri dari banyak bintang superraksasa biru yang sejajar dengan bidang Bima Sakti.

Kelompok ini dikenal sebagai asosiasi bintang, yakni sekumpulan bintang muda yang terbentuk dari awan gas yang sama. Karena massanya sangat besar, bintang-bintang ini membakar bahan bakarnya dengan cepat, memadukan unsur-unsur ringan menjadi unsur yang lebih berat di inti mereka.

Umur Pendek, tapi Cahaya Luar Biasa

Tingkat terangnya yang  luar biasa tersebut ternyata harus dibayar mahal. Bintang superraksasa biru hanya memiliki umur hidup beberapa juta hingga puluhan juta tahun, jauh lebih singkat dibanding Matahari yang diperkirakan bisa bertahan hingga 10 miliar tahun.

Sebagai perbandingan, bintang yang lebih kecil dan lebih dingin, seperti katai merah, justru dapat bertahan sangat lama. Bahkan, bintang katai merah paling redup secara teori bisa hidup hingga satu triliun tahun atau lebih.

Menariknya, Orion tidak akan selalu tampak seperti sekarang. Dalam jangka waktu yang sangat panjang, rasi ini akan terlihat semakin redup dan berubah bentuk. Hal ini disebabkan pergerakan tata surya kita yang menjauh dari Orion dengan kecepatan sekitar 12 mil per detik. (Space/Z-2)