Gerhana Matahari Cincin 17 Februari Lebih Berbahaya dari Gerhana Total, Benarkah?


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 04 February 2026, 22:20 WIB
Dok. Medcom

FENOMENA langit Gerhana Matahari Cincin (GMC) dijadwalkan akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Peristiwa yang sering dijuluki sebagai "Cincin Api" atau Ring of Fire ini menarik perhatian publik, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena peringatan mengenai bahayanya yang disebut melampaui Gerhana Matahari Total.

Mengapa Gerhana Matahari Cincin Lebih Berbahaya?

Secara teknis, Gerhana Matahari Cincin terjadi saat Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga piringannya tidak cukup besar untuk menutupi seluruh permukaan Matahari. Hal ini menyisakan pinggiran cahaya terang yang membentuk cincin.

Perbedaan utama yang membuatnya lebih berbahaya bagi mata telanjang adalah ketiadaan fase totalitas. Pada Gerhana Matahari Total, ada jendela waktu singkat ketika Matahari tertutup sepenuhnya sehingga aman dilihat sejenak tanpa alat. Namun, pada gerhana cincin, bagian matahari yang tidak tertutup tetap memancarkan radiasi ultraviolet dan inframerah yang sangat kuat.

Melihat gerhana cincin tanpa filter khusus, meski hanya satu persen bagian matahari yang tersisa, dapat menyebabkan solar retinopathy atau kerusakan permanen pada retina mata.

Apakah Terlihat dari Indonesia?

Bagi masyarakat di tanah air, informasi ini perlu disikapi dengan tenang. Berdasarkan data astronomi tahun 2026, jalur utama Gerhana Matahari Cincin 17 Februari hanya akan melintasi wilayah terpencil di Antarktika dan Samudra Selatan.

Beberapa wilayah seperti Afrika Selatan dan ujung selatan Amerika Selatan hanya akan melihatnya sebagai gerhana sebagian. Sementara itu, wilayah Indonesia dipastikan tidak akan dilintasi oleh bayangan bulan pada fenomena kali ini. Warga Indonesia tetap bisa menyaksikan fenomena ini melalui siaran langsung daring yang disediakan oleh lembaga antariksa dunia.

Fase Gerhana (17 Feb 2026) Waktu (WIB)
Gerhana Sebagian Dimulai 16:56 WIB
Puncak Gerhana Cincin 19:12 WIB
Gerhana Berakhir 21:27 WIB

Momentum Menjelang Ramadan 2026

Fenomena ini menjadi istimewa karena terjadi tepat sehari sebelum perkiraan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Meskipun tidak terlihat dari Indonesia, posisi Bulan yang sejajar dengan Matahari saat gerhana merupakan tanda terjadinya konjungsi (ijtimak).

Kondisi ini menjadi parameter penting bagi para ahli astronomi dan lembaga agama dalam menentukan kemunculan hilal awal bulan Ramadan melalui metode hisab maupun rukyatul hilal yang dilakukan setelah matahari terbenam pada hari tersebut. (H-3)