Presiden FIGC Mundur usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026


Penulis: Khoerun Nadif Rahmat - 03 April 2026, 07:17 WIB
FIGC

SEPAK bola Italia kembali dilanda krisis setelah Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, resmi mengundurkan diri pada Kamis (2/4) waktu setempat.

Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan tim nasional putra Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Hasil itu menjadi kegagalan ketiga secara beruntun bagi Azzurri menembus putaran final.

Gravina menyampaikan pengunduran dirinya usai menggelar pertemuan di markas FIGC di Roma. Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara terbuka mendesaknya untuk mundur.

Italia, yang telah empat kali menjuarai Piala Dunia, kembali tersingkir di babak play-off. Kali ini mereka kalah dramatis lewat adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada Selasa lalu. Hasil itu memastikan Italia absen di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

FIGC menyatakan pemilihan presiden baru akan digelar pada 22 Juni mendatang. Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat pengganti, termasuk Giovanni Malago, mantan ketua Komite Olimpiade Italia.

Dampak kegagalan ini diperkirakan meluas. Pelatih kepala Gennaro Gattuso disebut-sebut akan segera menyusul mundur, sementara manajer umum Gianluigi Buffon telah lebih dulu meninggalkan jabatannya.

Kegagalan tersebut juga memicu reaksi keras dari pemerintah. "Sangat jelas bahwa sepak bola Italia perlu dibangun kembali dari bawah dan itu dimulai dengan perubahan di jajaran pimpinan FIGC," tegas Abodi dikutip dari AFP.

Sehari sebelumnya, Gravina sempat mengkritik tekanan dari para politisi yang terus mendesaknya mundur. Meski begitu, ia mengakui sepak bola Italia tengah berada dalam krisis yang mendalam.

Gravina sendiri menjabat sejak Oktober 2018, menggantikan Carlo Tavecchio yang mundur setelah kegagalan Italia di play-off Piala Dunia sebelumnya.

Masalah yang dihadapi Italia tak hanya soal prestasi tim nasional. Klub-klub Serie A juga belum lagi meraih gelar Liga Champions sejak 2010.

Di sisi lain, Italia dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama Turki untuk Euro 2032. Namun Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengingatkan soal kesiapan infrastruktur stadion.

"Saya hanya berharap infrastruktur (di Italia) akan siap. Jika tidak, turnamen tersebut tidak akan diselenggarakan di Italia," ujarnya. (I-2)