Bawa Tas Sekolah, Timnas Iran Kenang Para Siswa Korban Serangan Udara AS-Israel
TIM nasional Iran menunjukkan duka mendalam atas tragedi kemanusiaan di negaranya. Para pemain mengenakan ban hitam di lengan dan membawa tas sekolah saat lagu kebangsaan dikumandangkan, sebelum laga uji coba melawan Nigeria di Belek, Turki, Jumat waktu setempat.
Aksi simbolis itu ditujukan untuk mengenang korban serangan AS-Israel yang menghantam sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari.
Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 170 orang, termasuk siswa dan guru, pada hari pertama pecahnya konflik Timur Tengah.
Dalam seremoni sebelum kickoff, para pemain Iran, termasuk Mehdi Taremi, mengangkat tas sekolah berwarna cerah yang dihiasi pita. Gestur itu menjadi simbol kehilangan sekaligus solidaritas terhadap para korban.
Pertandingan sendiri berakhir dengan kekalahan Iran 1-2 dari Nigeria. Namun hasil laga menjadi nomor dua di tengah suasana duka yang menyelimuti tim.
Pemerintah Iran menuding serangan tersebut sebagai bagian dari agresi militer yang lebih luas. Menteri luar negeri Iran menyebutnya sebagai serangan terencana dan bertahap.
Adapun laporan awal yang dikutip media internasional menyebut serangan diduga terjadi akibat kesalahan penentuan target oleh militer Amerika Serikat.
Disebutkan, rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dalam operasi militer mengenai kompleks sekolah yang sebelumnya terkait dengan fasilitas militer, dengan koordinat yang diduga sudah usang.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan kemungkinan Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut meski pernyataan itu menuai kontroversi.
Situasi geopolitik yang memanas turut berdampak pada sepak bola. Iran, yang telah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia musim panas ini, meminta agar laga mereka tidak digelar di Amerika Serikat.
Permintaan itu diajukan menyusul kekhawatiran soal keamanan pemain di tengah tensi politik yang meningkat. (AFP/H-3)