3 atau 4 Bek? Teka-teki Formasi John Herdman dan Reuni Elkan Baggott
ERA baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman segera menemui ujian perdana. Besok, Jumat (27/3), laga FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi panggung pembuktian: sejauh mana "sentuhan magis" pelatih asal Inggris ini mengubah wajah taktis skuad Garuda.
Hal menarik yang dinanti soal teka-teki di lini belakang. Memakai tiga bek atau empat bek?. Dua formasi ini menjadi pendekatan yang lekat di dua era pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong (STY) dan Patrick Kluivert.
Tarik Ulur Tiga atau Empat Bek
Secara historis, pakem tiga bek (3-5-2) adalah fondasi kesuksesan STY yang membawa Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Skema ini menawarkan kerapatan vertikal yang ideal untuk strategi counter-attack. Patrick Kluivert awalnya meneruskan warisan ini dengan raihan dua cleansheet melawan Bahrain dan Tiongkok.
Namun, inkonsistensi muncul saat Kluivert mencoba beralih ke format empat bek, sebuah sistem yang mengedepankan penguasaan bola (possession) namun seringkali meninggalkan celah di transisi. Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi pada putaran keempat kualifikasi menjadi alarm keras atas kerentanan sistem tersebut.
Reuni Trio Menara atau Andalkan Si Anak Hilang?
Melihat daftar 23 pemain yang dipanggil, indikasi kuat mengarah pada penggunaan skema 3-4-3 saat menyerang yang secara fleksibel bertransformasi menjadi 5-4-1 saat bertahan.
Pemanggilan enam bek tengah berprofil tinggi yakni Elkan Baggott, Jay Idzes, Justin Hubner, Kevin Diks, Rizky Ridho, dan Jordi Amat, memberi Herdman kemewahan untuk melakukan rotasi.
Publik kemungkinan besar akan kembali melihat "Trio Menara": Ridho, Idzes, dan Hubner sebagai benteng pelapis bagi kiper sekaliber Maarten Paes atau Emil Audero. Atau bisa saja banyak pecinta sepak bola Tanah Air yang menanti kembalinya si anak hilang, Elkan Baggott berduet bersama Idzes dan Ridho atau Hubner.
Herdman sadar bahwa sistem hanyalah alat, bukan tujuan utama. Efektivitas permainan bergantung pada bagaimana sistem tersebut mengakomodasi kualitas individu yang tersedia.
"Sebagai pelatih, Anda bekerja dengan fondasi yang sudah ada. Dan seperti yang saya katakan, struktur pertahanan yang dibangun oleh Shin Tae-yong sangat luar biasa. Patrick membawa gaya yang lebih ekspansif. Dan bagi saya, ini tentang membawa itu ke level berikutnya," kata Herdman.
Laga besok bukan sekadar mencari kemenangan, melainkan melihat bagaimana fondasi kokoh masa lalu bersatu dengan fleksibilitas taktis masa depan.
(Ant/P-4)