Manchester City vs Real Madrid: Pep Guardiola Optimistis Bisa Balikkan Keadaan
MANCHESTER City menghadapi tantangan sangat berat untuk membalikkan keadaan saat menjamu Real Madrid pada leg kedua Liga Champions pada Rabu (18/3) di Etihad Stadium.
Tertinggal agregat tiga gol dari pertemuan pertama, pelatih Pep Guardiola tetap meminta timnya mempertahankan keyakinan untuk menciptakan kebangkitan.
Pekan ini menjadi periode yang sulit bagi City. Setelah dikalahkan Madrid pada leg pertama, The Citizens juga hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan West Ham United di Liga Inggris.
Hasil itu membuat jarak mereka dengan pemuncak klasemen Arsenal semakin melebar. Meski situasi tidak menguntungkan, Guardiola menegaskan para pemainnya harus tetap percaya pada kemungkinan kebangkitan.
"Jika mereka tidak percaya, itu adalah masalah. Mereka sudah dewasa. Mereka memiliki gaji yang bagus," ujar Guardiola dikutip dari ESPN.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan tidak ada alasan bagi timnya untuk menyerah sebelum pertandingan selesai.
"Jika mereka tidak percaya pada hal itu di Liga Champions, pulanglah, tetaplah di rumah. Kita harus mencoba. Apa ruginya kita? Apakah Madrid tidak pernah bangkit dalam sejarah? Saya tidak tahu berapa banyak, 50 pertandingan Liga Champions, mereka tidak pernah bangkit dari ketertinggalan 0-3?" tambahnya.
Guardiola mengakui skor saat ini sangat berat bagi City. Namun ia menilai timnya tetap harus menunjukkan rasa hormat kepada para pendukung dan menyelesaikan musim dengan sebaik mungkin.
Di kompetisi domestik, City kini tertinggal sembilan poin dari Arsenal, meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
"Kita harus menerimanya dan menyelesaikan musim ini dengan lebih baik. Yang terbaik yang mungkin dilakukan, karena kita masih memiliki hari esok, Liga Primer, Piala FA, dan yang lainnya (final Piala Karabaos). Teruslah berkembang. Semakin cepat Anda berkembang, akan semakin baik untuk saat ini dan masa depan," tegasnya.
Optimisme juga disampaikan gelandang City, Rodri. Menjelang leg kedua di Etihad Stadium pada Selasa malam, pemain berusia 29 tahun itu meminta timnya tampil lebih tajam di depan gawang.
"Kami memiliki segalanya: sepak bola, kemampuan menciptakan peluang. Memang benar kemarin kami tidak bisa melakukannya, tetapi kami harus mengangkat tim karena Selasa adalah laga penting, dan yang terpenting tim ini percaya," kata Rodri.
Ia juga menilai persaingan di Liga Primer belum sepenuhnya berakhir karena Arsenal masih harus bertandang ke markas City.
"Kami masih hidup di semua kompetisi. Pada akhirnya mereka masih harus datang ke tempat kami. Kami juga punya tabungan satu pertandingan. Jadi, hal-hal bisa terjadi dalam sepak bola," imbuhnya.
Di sisi lain, catatan sejarah menguntungkan Madrid. Klub berjuluk Los Blancos itu tercatat telah memenangi leg pertama fase gugur dengan selisih tiga gol atau lebih sebanyak 36 kali di kompetisi Eropa, dan belum pernah tersingkir pada leg kedua dalam situasi tersebut.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, tetap meminta timnya tidak lengah meski memegang keunggulan besar.
"Kami adalah tim dengan banyak bakat, tetapi jika kami tidak bekerja keras, berlari, menekan, dan saling mendukung, akan sulit untuk memenangkan pertandingan Liga mana pun. Kami harus menjadi tim yang sangat rendah hati dan berkomitmen dalam bekerja," ungkap Arbeloa. (Ndf)