Ketakutan akan Persekusi, 7 Anggota Timnas Putri Iran Cari Suaka di Australia, Sisanya Pulang ke Teheran


Penulis:  Thalatie K Yani - 11 March 2026, 05:21 WIB
AFP

DRAMA menyelimuti kepulangan tim nasional (timnas) putri Iran setelah tersingkir dari ajang Piala Asia Putri di Australia. Sebanyak tujuh anggota tim dilaporkan memilih bertahan di Australia untuk mencari perlindungan, sementara sisa skuad lainnya telah bertolak menuju Iran di tengah kekhawatiran akan persekusi.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengonfirmasi pada Selasa waktu setempat, lima pemain telah diberikan visa kemanusiaan. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran serius terhadap keselamatan mereka jika kembali ke tanah air. Sumber resmi CNN Sports kemudian menambahkan  dua anggota tim lainnya, seorang pemain dan seorang staf, juga telah mengajukan suaka.

Aksi Diam yang Berujung Ancaman

Ketegangan bermula saat para pemain memilih untuk diam dan tidak ikut menyanyikan lagu kebangsaan sebelum laga perdana mereka pada 2 Maret lalu. Meski para pemain tidak memberikan penjelasan resmi, aksi tersebut ditafsirkan kelompok garis keras di Iran sebagai tindakan pengkhianatan.

Sumber yang dekat dengan tim mengungkapkan para pemain kemudian dipaksa menyanyikan lagu kebangsaan pada dua pertandingan berikutnya di bawah ancaman terhadap keluarga mereka. Saat ini, muncul ketakutan mereka akan menghadapi tindakan keras setibanya di Iran.

Isu Provokasi dan Desakan Pulang

Menanggapi situasi ini, Kantor Jaksa Agung Iran mengeluarkan pernyataan yang mendorong para pemain untuk segera kembali ke Teheran.

"Beberapa anggota tim nasional sepak bola wanita kami yang bekerja keras, yang merupakan anak-anak dari negeri ini, bertindak secara tidak sengaja, dipengaruhi oleh provokasi emosional yang berasal dari skema dan kenakalan musuh," bunyi pernyataan resmi pemerintah Iran.

Pernyataan tersebut menambahkan, "Mereka diundang untuk kembali ke tanah air mereka dengan tenang dan percaya diri. Dengan melakukan itu, mereka tidak hanya dapat meredakan kekhawatiran keluarga mereka, tetapi juga berdiri bersama rakyat Iran yang hebat dan mengagumkan dalam menghadapi konspirasi musuh-musuh negara tercinta kita."

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, juga menuding adanya "tawaran menggiurkan" dari pihak luar untuk menghalangi kepulangan para pemain.

Detik-Detik Kepulangan yang Mengharukan

Suasana emosional mewarnai keberangkatan sisa skuad dari hotel tempat mereka menginap menuju Bandara Gold Coast, Queensland. Sejumlah saksi mata melaporkan adanya kerumunan massa yang mencoba menghalangi bus tim agar tidak berangkat.

Seorang pemain terlihat menangis saat dikawal oleh petugas keamanan menuju bus. Sementara itu, para pendukung yang berkumpul di luar hotel meneriakkan seruan kepada polisi untuk "menyelamatkan gadis-gadis kami."

Hadi Karimi, seorang aktivis HAM setempat, mengklaim melihat setidaknya tiga pemain di dalam bus menunjukkan sinyal tangan internasional untuk meminta bantuan (signal for help), meskipun sumber lain menyatakan keraguannya apakah para pemain memahami arti simbol tersebut. Hingga saat ini, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan komentar resmi terkait kesejahteraan para atlet tersebut. (CNN/Z-2)