Meksiko Membara Pasca-Tewasnya El Mencho: Keamanan Piala Dunia 2026 Terancam?


Penulis:  Thalatie K Yani - 24 February 2026, 09:49 WIB
Media Sosial X

GELOMBANG kekerasan yang dipicu oleh tewasnya pemimpin gembong narkoba Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes dalam operasi federal, kini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Meksiko.

Negara bagian Jalisco, lokasi Estadio Akron yang dijadwalkan menjamu empat pertandingan grup, menjadi pusat kerusuhan. Anggota Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) melancarkan aksi balasan berupa “narcobloqueos”, taktik memblokade jalan dengan membakar bus dan taksi, yang merambah dari pusat kota Guadalajara hingga kota pesisir Puerto Vallarta.

Aktivasi Protokol "Red Alert"

Pemerintah setempat segera mengaktifkan protokol waspada merah (red alert), yang secara efektif membekukan aktivitas warga sipil. Sektor olahraga pun turut terdampak, pertandingan Clásico Nacional antara tim putri Chivas dan Club América terpaksa ditunda, begitu pula laga Liga MX di Querétaro.

Ketegangan ini membangkitkan ingatan pahit pada Agustus 2011, saat baku tembak meletus di luar stadion Santos Laguna yang memaksa pemain berlarian mencari perlindungan ke ruang ganti di tengah pertandingan. Tragedi tersebut merupakan momok yang selama ini coba ditepis oleh Liga MX dan pemerintah Meksiko guna mempertahankan citra negara yang ramah bagi wisatawan.

Dilema Keamanan dan Tekanan Internasional

Sejumlah pengamat mempertanyakan strategi pemerintah dalam melakukan penangkapan tokoh penting kartel menjelang turnamen besar. Pengalaman penangkapan Ovidio Guzmán López pada 2019, yang dikenal sebagai "Battle of Culiacán", membuktikan tindakan keras terhadap pimpinan kartel dapat memicu ketidakstabilan wilayah dalam jangka panjang.

Kolumnis keamanan nasional, Óscar Balderas, mengungkapkan sebelumnya terdapat kekhawatiran di kalangan otoritas terkait potensi kerusuhan jika "El Mencho" ditangkap tepat saat mata dunia tertuju pada Meksiko. Namun, operasi terbaru ini menunjukkan adanya pergeseran strategi, yang diduga dipicu oleh tekanan Amerika Serikat agar Meksiko segera meringkus El Mencho sebelum turnamen dimulai.

Komitmen FIFA dan Pemerintah

Meski situasi memanas, FIFA dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tetap menyatakan optimisme mereka. Sejak November 2025, FIFA telah bekerja sama erat dengan pemerintah federal untuk menyusun protokol keamanan yang ketat.

"Kantor FIFA di Meksiko telah bekerja selama tiga tahun dengan pemerintah federal di semua tingkatan terkait topik keamanan," ujar Direktur Eksekutif FIFA di Meksiko, Jurgen Mainka. "Kami sangat yakin bahwa semua protokol dan rencana yang diterapkan untuk Piala Dunia akan memberikan kerangka keamanan yang diperlukan bagi seluruh penggemar, tim, dan wasit pada 2026."

Pemerintah Jalisco juga berencana menambah ribuan kamera pengawas dan teknologi antipiranti nirkabel (drone) di area terlarang. Namun, dengan blokade yang masih terjadi di setidaknya delapan negara bagian, tantangan bagi Sheinbaum untuk membuktikan bahwa Meksiko aman bagi jutaan penggemar sepak bola dunia kini menjadi kian berat. (The Guardian/Z-2)