MER-C Sampaikan Duka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Libanon Selatan


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 01 April 2026, 16:58 WIB
Antara Foto

MER-C Indonesia bersama Tim Pengacara Muslim menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian di Libanon Selatan. Ketiga prajurit tersebut dilaporkan gugur dalam serangan yang menargetkan wilayah Markas UNIFIL. Sementara itu, sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Ketua Presidium MER-C Indonesia, Hadiki Habib, menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.

"Peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Para prajurit TNI yang gugur tengah mengemban amanah mulia sebagai bagian dari misi internasional untuk menjaga perdamaian dunia," kata Hadiki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/4).

Ia menambahkan bahwa gugurnya para prajurit menjadi bukti nyata memburuknya situasi konflik di Libanon.

"Gugurnya mereka menjadi bukti nyata bahwa situasi konflik di Lebanon semakin memburuk dan tidak lagi menghormati prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional," lanjutnya.

MER-C Indonesia dan TPM juga mengecam keras segala bentuk serangan terhadap personel penjaga perdamaian serta fasilitas misi internasional. Menurut mereka, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan norma-norma internasional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua pihak yang berkonflik.

Selain itu, mereka menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk segera menghentikan kekerasan.

"Kami juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, khususnya pihak Israel sebagai pemicu eskalasi kekerasan di wilayah tersebut, untuk segera menghentikan serangan dan menghormati keberadaan serta netralitas tim internasional yang bertugas menjalankan misi kemanusiaan," tegasnya.

Di sisi lain, MER-C menyoroti kondisi di Libanon yang dinilai telah memasuki fase krisis kemanusiaan yang semakin parah. Konflik berkepanjangan disebut telah memperburuk situasi warga sipil yang membutuhkan perlindungan serta bantuan mendesak.

"Oleh karena itu, MER-C Indonesia menegaskan pentingnya solidaritas global untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Libanon," kata Hadiki.

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, MER-C Indonesia menyatakan akan terus berkomitmen memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya-upaya kemanusiaan di wilayah konflik, termasuk Libanon. (H-4)