Kapolri belum Dapat Penghargaan, Prabowo Janji Beri Bintang Mahaputera
PRESIDEN Prabowo Subianto berjanji akan memberikan tanda kehormatan tertinggi kedua di Republik Indonesia, yakni Bintang Mahaputera, kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri secara terpusat di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2). Rencana pemberian penghargaan tersebut diungkap setelah Presiden menyerahkan tanda jasa kepada sejumlah perwira tinggi Polri dan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kapolri belum (dapat penghargaan), karena Beliau nanti harus dapat penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin (Bintang) Mahaputera itu pantas untuk Beliau. Saya tanya tadi (ke Kapolri), saya tanya: Anda sudah dapat Mahaputera? Belum? Belum. Ya, saya yang beri Mahaputera untuk Beliau. Ini kehormatan bagi seorang pemimpin, ini kebahagiaan seorang Bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya. Kebanggaan," kata Presiden Prabowo dikutip dari Antara, Jumat (13/2).
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan sejumlah tanda jasa, yaitu kepada
- Bintang Jasa Pratama kepada Wakil Kapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo
- Bintang Jasa Nararya kepada Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada
- Satyalencana Wirakarya kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Wisnu Hermawan
- Bintang Jasa Utama kepada Kepala BGN Dadan Hindayana
- Bintang Jasa Pratama kepada Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Di hadapan pejabat negara dan pimpinan Polri, Presiden memuji keterlibatan Polri dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Menurut Presiden, Polri telah menjalankan inisiatif yang melampaui tugas pokoknya sebagai institusi penegak hukum. Ia secara khusus mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
"Sebagai pemimpin, saya sangat menghargai inisiatif, kesadaran pimpinan Polri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya, beserta pimpinannya, telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, seorang panglima," kata Presiden Prabowo.
"Beliau dengan jajarannya telah menganalisa tugas pokok yang diajarkan kepada kita sewaktu kita masih sangat muda bahwa seorang pemimpin itu harus mencari tugas yang terkandung. Tugas pokok ya memimpin kepolisian sebagai penegak hukum, sebagai pelaku utama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, tetapi paham yang lebih besar adalah keamanan dan ketertiban masyarakat yang sesungguhnya adalah manakala masyarakat, rakyat merasa aman, merasa bahagia, merasa punya harapan," sambung Presiden.
Presiden kemudian menegaskan bahwa keamanan paling mendasar bagi rakyat adalah terbebas dari rasa lapar.
"Manusia di mana pun, apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kelompok etnisnya, manusia mana pun, seorang bapak dan seorang ibu yang utama pemikirannya, yang utama perhatiannya adalah keamanan dan kesejahteraan keluarganya, anak-anaknya, dan keamanan yang pertama adalah aman dari rasa lapar," ujar Presiden Prabowo. (Ant/P-4)