Periksa Asisten Pribadi, KPK Kaitkan Aktivitas dan Pembiayaan Ridwan Kamil dengan Rasuah Iklan
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa personal Asistant Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK), Randy Kusumaatmadja, hari ini, 29 Januari 2026. Saksi itu diminta menjelaskan aktivitas dan pembiayaan kecurigaan RK, untuk dikaitkan dengan kasus dugaan rasuah pada pengadaan iklan.
“Saksi juga dimintai keterangan perihal aktivitas Gubernur Jabar saat itu, termasuk pembiayaan,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (29/1).
Ada sejumlah saksi lain yang turut dimintai keterangan untuk mendalami peran RK dalam kasus ini. Saksi lain yaitu, Direktur Golden Money Changer Djunianto Lemuel, pegawai Golden Money Changer Arti, Kasubag Rumah Tangga Gubernur Ervin Yanuardi Effendi, dan ibu rumah tangga Wena Natasha Olivia.
Dalam kasus ini, KPK juga mendalami sejumlah penukaran uang asing. Penyidik menduga transaksi berkaitan dengan perkara karena adanya penyamaran.
“Saksi juga didalami soal penukaran-penukaran uang asing-rupiah, yang dilakukan atas nama pihak terkait,” ujar Budi.
Dalam kasus ini, KPK memanggil eks Gubernur Jawa Barat RK pada Selasa, 2 November 2025. RK membantah terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan iklan. Dia membantah menerima aliran dana terkait perkara tersebut.
"Kalau ditanya saya mengetahui, saya tidak tahu. Apalagi terlebat, menikmati hasilnya dan sebagainya," kata RK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 2 November 2025.
RK mengamini jabatan gubernur di Jawa Barat memiliki tupoksi penting dalam badan usaha milik daerah (BUMD). Namun, tugas itu hanya diketahui jika dilaporkan oleh direksi.
"Gubernur hanya mengetahui aksi korporasi ini kalau dilaporkan, satu, oleh direksi, dua, oleh komisaris selaku pengawas, tiga, oleh kepala biro BUMD," ujar RK.
Tiga pihak itu disebut tidak melapor kepada RK. Sehingga, dia mengeklaim tidak terlibat kasus rasuah pengadaan iklan di bank daerah, yang tengah diusut KPK.
KPK akan mengecek aliran uang kasus korupsi terkait Ridwan Kamil. Khususnya, kepada pesohor Aura Kasih.
“Informasi-informasi dari masyarakat seperti ini tentu menjadi pengayaan bagi penyidik, dan ini penting. Nanti kami akan cek validitas dari informasi tersebut,” ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo, dikutip Jumat, 26 Desember 2025.
Menurut Budi, salah satu cara mengecek kebenaran informasi itu adalah dengan memanggil pihak-pihak yang mengetahui hal tersebut.
“Kami akan cek, dan tentunya nanti bisa dilakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang bisa menjelaskan terkait dengan informasi tersebut,” kata Budi. (Can/P-3)