RMS Blak-blakan soal Loncat ke PSI dan Ambisi Raih 5 Kursi DPR dari Dapil Sulsel


Penulis: Lina Herlina - 29 January 2026, 15:15 WIB
MI/Lina Herlina

MANTAN Ketua Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse (RMS) resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kamis (29/1). Kepindahannya ditandai dengan pemakaian jaket putih partai berlambang gajah itu, sehari setelah anaknya Muammar Ghandi Rusdi dilantik sebagai Ketua PSI Sulsel.

Motivasinya jelas, dan disampaikan dengan lugas. RMS ingin memberi kemenangan kepada PSI, seperti yang pernah dia berikan kepada partai sebelumnya. "Saya gabung hanya ingin membantu Mas Kaesang memenangkan PSI," jelasnya.

Ketika ditanya target kontribusinya, khususnya untuk meraih 5 kursi di daerah pemilihan tertentu, Rusdi menjawab dengan gaya khas politikus lapangan. 

"Tentu kan lima kursi, dengan cara memperoleh itu kan tentu bagaimana bekerja, berjuang untuk keinginan masyarakat," ujarnya. 

Namun, untuk strategi meyakinkan pemilih, ia memilih jawaban singkat, "Kita lihat saja nanti, inikan masih panjang," lanjut RMS.

Menggunakan analogi yang gamblang tentang warung makan, ia menekankan bahwa politik butuh proses. "Enggak bisa bilang kamu datang ke warung, duduk mau makan, misalnya nasi Padang, kita mau makan ini makan itu langsung disiapkan, oh enggak bisa."

RMS tampak percaya diri dengan rekam jejaknya. "Masa masih tanya sama saya, saya sudah buktikan menjadi pemenang kok di Sulsel. Yang kamu tahu Sulsel punya siapa," tantangnya. 

Meski demikian, ia menampik bahwa langkahnya ke PSI adalah upaya mengambil alih basis partai lain, seperti PDIP. "Nda ada, kita enggak berniat mengambil tempat siapapun," tegasnya.

Yang justru mengundang pertanyaan adalah kejelasan posisi dan perannya di PSI. Saat ditanya motivasi spesifik bergabung. "Enggak ada saya cuma mau masuk aja di PSI," terangnya.

Terkait statusnya di NasDem, Rusdi mengaku telah clear mengundurkan diri. Sehingga ia harus siap memulai dari awal dan meninggalkan pasukan lamanya. 

"Saya sudah siap ditinggalkan pasukan, artinya saya memulai hidup saya dari nol di politik," terangnya.

Ketika ditanya target dan rencana kongkrit untuk memajukan PSI, Rusdi kembali ke filosofi kerjanya, yaitu membangun kepercayaan masyarakat lewat kerja keras yang dimulai sejak lama. 

Pertanyaan tentang jabatan yang diinginkan di PSI langsung ditampiknya. "Jangan! Saya cuma datang lihat dulu. Kalau di jabatan, jangan. Kan yang lama saja ditinggalkan, apalagi?" ujarnya, menegaskan bahwa tidak ada jabatan yang abadi dalam politik.

Sementara Bagi PSI, kedatangan Rusdi adalah tambahan aset berpengalaman dengan jaringan kuat di Sulsel.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yakin bergabungnya seorang tokoh senior dan komandan di politik Sulsel, akan menjadi kekuatan pendobrak. "Bisa lebih lah, geser yang sebelah (Partai NasDem). Komandannya kan segera geser soalnya," tuturnya penuh keyakinan. (LN/E-4)