Pentingnya Inspeksi Kendaraan Listrik dan Hybrid Pascamudik
TRADISI mudik masyarakat Indonesia yang menempuh jarak ratusan kilometer memberikan beban kerja ekstra pada kendaraan. Tidak hanya mobil konvensional, kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan hybrid juga memerlukan perhatian khusus setelah digunakan dalam perjalanan jarak jauh.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan para pemilik kendaraan elektrifikasi untuk segera memeriksa sejumlah komponen vital demi menjaga performa dan keamanan.
Perawatan Mobil Hybrid (HEV dan PHEV)
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
"Pada mobil hybrid seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), seluruh pemeriksaan mobil konvensional tetap berlaku mulai dari ban, rem, hingga kaki-kaki, tetapi perlu tambahan perhatian pada sistem kelistrikan dan baterai." kata Yannes, dikutip Senin (30/3).
Ia menyarankan pemilik untuk mengecek kondisi aki 12V dan melakukan pemindaian (scanning) jika muncul indikator peringatan pada panel instrumen.
Selain itu, sistem pendinginan baterai, termasuk kipas dan jalur sirkulasi udara di dalam kabin, harus dipastikan bersih. Debu yang terbawa selama perjalanan mudik berpotensi menghambat kinerja pendinginan tersebut.
Khusus untuk model PHEV, Yannes menambahkan, "Untuk PHEV, pastikan juga port charging dan kabel dalam kondisi bersih dan aman."
Catatan untuk Mobil Listrik Murni (BEV)
Untuk mobil listrik murni atau BEV, fokus utama pemeriksaan terletak pada bagian bawah kendaraan (underbody). Bobot baterai yang besar membuat mobil lebih sensitif terhadap beban tambahan, sehingga ground clearance berisiko menurun dan rentan terhadap benturan.
"Inspeksi underbody (bawah kendaraan) menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada kerusakan." ujar Yannes.
Penggunaan fitur fast charging secara intensif selama mudik juga mengharuskan pemeriksaan pada sistem pendinginan baterai.
Selain itu, kondisi ban pada BEV perlu dicermati lebih detail karena cenderung lebih cepat aus akibat menopang bobot kendaraan yang lebih berat dibanding mobil konvensional.
Terakhir, sistem pengereman pada mobil listrik tetap harus diperhatikan. Karakter regenerative braking sering kali membuat rem mekanis jarang digunakan, sehingga muncul risiko karat atau macet jika tidak diperiksa secara berkala setelah perjalanan jauh. (Ant/Z-1)