Bukan Orang Sembarangan! Ini Sosok di Balik Revolusi Slopestyle hingga Diakui Olimpiade


Penulis:  Media Indonesia - 18 February 2026, 20:21 WIB
olympics.com

 

Kehadiran slopestyle di Olimpiade Musim Dingin bukan hasil kerja satu individu saja, melainkan buah dari desakan masif komunitas olahraga ekstrem dunia dan keputusan strategis organisasi olahraga internasional. Berikut adalah entitas dan momen kunci yang menjadi penggagas utama disiplin ini.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Jacques Rogge

Penggagas utama secara institusional adalah Komite Olimpiade Internasional (IOC). Di bawah kepemimpinan Presiden IOC saat itu, Jacques Rogge, organisasi ini mulai menyadari bahwa Olimpiade perlu meregenerasi penontonnya. Rogge melihat bahwa olahraga tradisional mulai kehilangan daya tarik bagi generasi muda yang lebih menyukai aksi cepat dan visual yang ditawarkan oleh ajang seperti X Games.

Pada sidang IOC di Durban, Afrika Selatan, Juli 2011, diputuskan secara resmi bahwa slopestyle (baik seluncur salju maupun ski) akan dimasukkan ke dalam program Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014. Keputusan ini diambil untuk memberikan nuansa modern dan "muda" pada ajang empat tahunan tersebut.

Fakta Kunci: Sidang IOC Durban 2011 adalah momen bersejarah di mana slopestyle resmi mendapatkan status sebagai cabang olahraga peraih medali Olimpiade.

Peran FIS (International Ski Federation)

Sebagai badan pengatur yang diakui oleh IOC, FIS memainkan peran sebagai "pintu masuk" teknis. Meskipun sempat terjadi ketegangan dengan komunitas snowboarder murni karena FIS dianggap terlalu birokratis, federasi inilah yang menyusun regulasi kompetisi agar sesuai dengan standar keamanan dan penilaian Olimpiade.

FIS bertanggung jawab mengintegrasikan slopestyle ke dalam kalender World Cup mereka, yang menjadi syarat utama bagi para atlet untuk mengumpulkan poin kualifikasi menuju Olimpiade.

Pengaruh X Games dan Komunitas Global

Secara kultural, penggagas sesungguhnya adalah para atlet dan penyelenggara ajang X Games. Sejak akhir 1990-an, X Games telah membuktikan bahwa slopestyle memiliki nilai komersial dan hiburan yang sangat tinggi. Popularitas atlet-atlet ikonik di ajang ini menjadi bukti bagi IOC bahwa slopestyle adalah masa depan olahraga musim dingin.

Tahun Peristiwa Penting
1997 Slopestyle pertama kali dipertandingkan di Winter X Games.
2011 IOC menyetujui masuknya Slopestyle untuk Olimpiade Sochi 2014.
2014 Debut resmi Slopestyle di Olimpiade Musim Dingin Sochi.

Debut Bersejarah di Sochi 2014

Keputusan Durban 2011 membuahkan hasil di Rosa Khutor Extreme Park, Sochi. Sage Kotsenburg (AS) menjadi peraih emas pertama dalam sejarah slopestyle snowboarding putra, sementara Jamie Anderson (AS) mengamankan emas di sektor putri. Keberhasilan penyelenggaraan di Sochi memastikan slopestyle tetap menjadi bagian tetap dalam edisi Olimpiade berikutnya, termasuk Pyeongchang 2018, Beijing 2022, hingga Milano Cortina 2026.

FAQ: People Also Ask

  • Siapa yang mengusulkan slopestyle ke IOC? FIS (International Ski Federation) adalah lembaga resmi yang mengajukan proposal tersebut atas desakan komunitas internasional.
  • Mengapa slopestyle sangat populer? Karena menggabungkan rintangan teknis (rel) dan lompatan udara besar yang memungkinkan kreativitas trik tanpa batas.