Segel Empat Gelar, Skuad Merah Putih Dominasi Podium di Thailand Masters 2026
SKUAD bulu tangkis Indonesia tampil perkasa dengan memborong empat gelar juara pada ajang Thailand Masters 2026 di Nimibutr Stadium, Bangkok, Minggu (1/2). Dominasi tim Merah Putih ditandai dengan keberhasilan final All Indonesian di dua nomor, ganda putra dan ganda campuran.
Dahaga gelar akhirnya tuntas bagi pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Mereka sukses mengamankan podium tertinggi setelah memenangi laga sesama wakil Indonesia melawan junior mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dengan skor 21-10 dan 21-17. Kemenangan itu merupakan gelar perdana mereka sejak Korea Open 2024.
Leo yang sempat emosional dengan membanting raket, usai laga menyampaikan permohonan maafnya.
"Saya meminta maaf karena selebrasi tadi membanting raket. Itu spontan karena kami sudah lama tidak juara," ungkapnya.
Sementara itu, Bagas Maulana menilai gelar ini sebagai momentum untuk kembali ke level elit. "Ternyata begini rasanya bangkit. Tapi kami tidak boleh cepat puas karena masih banyak turnamen lain di depan," kata Bagas.
Di sektor ganda campuran, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga naik podium tertinggi usai menumbangkan rekan senegara, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, melalui duel sengit 18-21, 21-19, dan 21-17.
Indah mengakui ketenangan menjadi kunci saat mereka sempat tertinggal. "Pengalaman yang kami dapatkan selama pertandingan-pertandingan sebelumnya akhirnya terbayar lunas," tutur Indah.
Senada dengan itu, Adnan menegaskan pentingnya rasa percaya diri. "Kunci kemenangan kali ini yang penting yakin saja," tegasnya.
Sektor ganda putri turut menyumbang gelar lewat pasangan baru Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Unggulan kedelapan ini menundukkan wakil Tiongkok, Bao Li Jing/Li Yi Jing, dengan skor 15-21, 21-15, dan 21-18.
Amallia menyebut mentalitas pantang menyerah menjadi kunci kemenangan mereka. "Prinsip kami, meski kalah di gim pertama, peluang di gim selanjutnya tetap terbuka," ujar Amallia.
Fadia pun mendedikasikan gelar ini untuk tim pelatih ganda putri Pelatnas PBSI. "Kami semua pasangan baru, semoga hasil ini bisa memacu teman-teman lain untuk lebih percaya diri," tambah Fadia.
Kejutan luar biasa datang dari tunggal putra muda, Moh. Zaki Ubaidillah. Pemain jebolan PB Djarum yang akrab disapa Ubed ini membungkam wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, lewat drama tiga gim 21-19, 20-22, dan 21-19.
Meski menghadapi tekanan suporter lawan, Ubed tetap fokus pada laga final itu. Ia berharap prestasi itu menjadi awal untuk melangkah ke level yang lebih tinggi seperti Super 500 ke atas.
"Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara. Tadi sempat ketinggalan di gim pertama, di situ saya tidak mau gampang menyerah," kata Ubed.
Pengamat bulu tangkis, Broto Happy Wondomisnowo, memberikan apresiasi tinggi atas capaian empat gelar tersebut. Ia menyoroti keberhasilan Moh. Zaki Ubaidillah sebagai salah satu bentuk regenerasi terbaik di sektor tunggal putra.
"Ubed adalah pemain muda, masih berusia di bawah 20 tahun, sudah bisa naik podium juara. Artinya, proses regenerasi di sektor tunggal putra saya kira sudah mulai menampakkan hasil yang begitu bagus," ujar Broto.
Ia juga berharap kemenangan di level Super 300 ini menjadi batu loncatan bagi para pemain untuk tidak cepat puas.
"Harapannya terus meningkat dengan latihan yang lebih berkualitas. Tidak hanya puas dengan menjadi juara di level 300, tapi juga terus meningkat. Semoga hasil apik ini menjadi momentum kebangkitan prestasi bulu tangkis Indonesia," pungkasnya. (Ndf/P-3)