Debut Manis Apriyani/Lanny: Bangun Chemistry hingga Intip Peluang Juara di Indonesia Masters 2026


Penulis: Basuki Eka Purnama - 23 January 2026, 07:13 WIB
X @INABadminton

PASANGAN ganda putri bulu tangkis Indonesia, Apriyani Rahayu/Lanny Trias Mayasari, mulai menunjukkan sinyal positif dalam debut mereka di turnamen internasional. 

Tampil di ajang Indonesia Masters 2026, duet senior-junior ini tampak semakin padu, baik dari segi teknis permainan maupun komunikasi di dalam lapangan.

Kepastian ini terlihat setelah Apriyani/Lanny sukses mengamankan tiket perempat final. Mereka berhasil menundukkan wakil Hong Kong, Tsaing Hiu Yan/Yeung Piu Lam, dalam dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-18 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1).

Saling Mengisi di Momen Krusial

Kunci kemenangan ini rupanya terletak pada kedewasaan komunikasi yang terbangun di antara keduanya. Lanny mengakui bahwa koordinasinya dengan Apri telah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan saat laga pembuka di babak pertama.

Dalam pertandingan tersebut, dinamika mental keduanya diuji. Lanny menceritakan bagaimana mereka berbagi peran untuk saling menjaga fokus saat salah satu dari mereka kehilangan ritme permainan.

“Dari saya sih tadi mungkin gim pertama Kak Apri kan banyak bingungnya, saya berusaha menenangkan Kak Apri-nya. Habis itu gim kedua saya juga ada di posisi itu dan Kak Apri balik menenangkan saya,” ungkap Lanny kepada awak media seusai pertandingan.

Senada dengan pasangannya, Apriyani menegaskan bahwa sebagai duet baru, mereka memang memprioritaskan rasa saling melengkapi. 

Menurut peraih emas Olimpiade Tokyo tersebut, keterbukaan di lapangan menjadi fondasi utama mereka saat ini.

“Kami memang saling melengkapi dan mencoba terus berkomunikasi sebaik mungkin di lapangan,” tambah Apriyani.

Memanfaatkan Celah Absennya Pemain Top

Selain fokus pada pemantapan chemistry, Apriyani juga melihat adanya peluang besar bagi ganda putri Indonesia untuk berbicara banyak di turnamen level BWF Super 500 ini. 

Hal ini karena absennya sejumlah pemain papan atas yang biasanya mendominasi peringkat sepuluh besar dunia.

Menurut pengamatan Apri, kondisi bagan pertandingan saat ini cukup menguntungkan bagi wakil tuan rumah karena minimnya pemain unggulan yang berpartisipasi.

“Yang top 10 mungkin yang ada tuh hanya (ganda Thailand) Pearly/Thinaah. Jadi hanya apa ya, mungkin kami bisa dapat kesempatan yang cukup baik juga untuk ganda putri Indonesia,” ujar Apriyani. 

“Momentumnya di sini untuk ganda putri Indonesia karena top sepuluh juga kan sedikit yang ikut,” lanjutnya.

Meski menyadari adanya kesempatan emas untuk melaju lebih jauh, pasangan ini enggan terbebani oleh ekspektasi juara. 

Apriyani/Lanny memilih untuk bersikap realistis dan tidak ingin terburu-buru memasang target tinggi di turnamen perdana mereka. Mereka menegaskan hanya ingin fokus memberikan performa terbaik di setiap babak yang mereka lalui. (Ant/Z-1)