22 Balon Udara dari Pekalongan Diterbangkan secara Liar


Penulis:  Akhmad Safuan - 29 March 2026, 15:13 WIB
MI/Akhmad Safuan

SEBANYAK 22 balon udara berukuran besar secara liar masih diterbangkan dari Pekalongan, Jawa Tengah, cukup membahayakan penerbangan. Festival Balon Udara Tambat pada puncak Syawalan diharapkan akan menekan penerbangan balon secara liar tersebut.

Pemantauan Media Indonesia, Minggu (29/3), di tengah pelaksanaan festival Balon Udara Tambat saat pelaksanaan Syawalan yang dipusatkan di Lapangan Hoegeng, Kota Pekalongan, masih ada keprihatinan mendalam. Soalnya, masih ditemukan puluhan balon udara yang diterbangkan secara liar hingga dapat mengganggu dan membahayakan aktivitas penerbangan.

Selain pelepasan balon udara secara liar berukuran besar hingga belasan meter, kepolisian juga berhasil menyita balon udara yang digantungi ratusan petasan yang akan diterbangkan secara liar. Ini karena balon itu cukup berbahaya dan mengancam keselamatan warga, bahkan sejumlah korban meninggal dunia akibat ledakan petasan di Pekalongan.

"Meskipun jumlahnya menurun dibandingkan tahun lalu, masih ditemukan puluhan balon udara diterbangkan secara liar, sehingga dapat mengganggu dan mengancam keselamatan penerbangan," kata Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia Capt Nurcahyo Utomo.

Berdasarkan data balon udara diterbangkan secara liar pada lebaran ini, lanjut Nurcahyo Utomo, tercatat ada 22 laporan. Jumlah tersebut turun dari 51 laporan pada periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan mulai ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak menerbangkan secara liar balon udara.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan berbagai upaya untuk mencegah penerbangan balon udara secara luar yang bertahun-tahun terjadi di Pekalongan, salah satunya tanpa mengurangi tradisi yang dilakukan saat perayaan Syawalan yaitu menggelar festival Balon Udara Tambat.

Festival Balon Udara Tambat, menurut Achmad Afzan Arslan Djunaid, selain lebih dapat dinikmati keindahannya juga lebih aman dari penerbangan balon secara liar. Bahkan setiap tahun penyelenggaraan jumlah peserta dan pengunjung festival terus meningkat, karena Pemkot Pekalongan juga menyediakan hadiah bagi pemenang dalam penilaian.

Sementara itu terkait penerbangan balon udara secara liar, Polsek Bojong dan Koramil Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengamankan tujuh galon udara yang akan diterbangkan dengan digantungi ratusan butir petasan. Hal ini sebagai antisipasi terjadi kecelakaan yang dapat merenggut korban jiwa dan harta benda.

"Kami amankan tujuh galon udara yang digantungi ratusan petasan yang akan diterbangkan secara liar, karena cukup membahayakan keselamatan jiwa," ujar Kepala Polsek Bojong Ajun Komisaris Wastono.

Menurut Wastono, banyak kejadian kecelakaan akibat balon udara digantungi petasan diterbangkan secara liar menimpa rumah warga hingga meredak dan menimbulkan kerusakan berat serta menelan korban. "Kami antisipasi itu, bahkan ada ratusan petasan berbagai ukuran kita sita ternasuk obat mercon dan selongsong," imbuhnya. (I-2)