Tradisi Syawalan di Sejumlah Daerah di Pantura Jawa Tengah Tarik Minat Ribuan Pengunjung
RIBUAN pengunjung diperkirakan akan hadir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah dalam kegiatan Syawalan (Lembaran Ketupat) yang digelar secara bersamaan pada Sabtu (28/3), kendaraan arus balik diminta untuk mewaspadai kepadatan lalulintas di sejumlah daerah itu
Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/3) kepadatan arus lalulintas kembali terjadi di sejumlah titik di Jalur Pantura Jawa Tengah sejak pagi, persiapan digelarnya kegiatan tradisi Syawalan yang berlangsung secara bersamaan pada Sabtu (28/3) di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara dan Kudus.
Tradisi Syawalan yang dikenal sebagai Lebaran Ketupat digelar dengan berbagai agenda kegiatan pada 7 hari setelah Lebaran Idul Fitri, menjadi daya tarik yang luar biasa dan diperkirakan akan dihadiri ribuan pengunjung, dapat berdampak kemacetan lalulintas karena bersamaan dengan puncak arus balik gelombang kedua.
Meskipun kegiatan Syawalan tidak gelar langsung di Jalur Pantura, namun mengingat banyaknya pengunjung yang datang dari berbagai daerah sekitar ke pusat acara menjadikan kepadatan kendaraan di ruas jalan nasional di sejumlah daerah tersebut bakal melonjak secara dratis.
"Kita siagakan penuh petugas untuk mengamankan jalannya kegiatan Syawalan dan menjaga kelancaran jalur balik yang berlangsung secara bersamaan besok," kata Kepala Polres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf.
Lopis Raksasa
Pada tradisi Syawalan di Pekalongan telah diagendakan kegiatan rutin yang telah berlangsung puluhan tahun yakni pemotongan Kue Lopis raksasa (makanan khas berbuat dari ketan dan kelapa yang dibungkus daun pisang) yang dipusatkan di Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan yang kemudian akan dibagikan kepada ribuan pengunjung yang hadir.
Setiap tahun ukuran Kue Lopis raksasa terus ditambah hingga memecahkan Musium Rekor Indonesia (Muri), mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat mengadi daya tarik yang luar biasa, karena sebagian besar pengunjung meyakini bahwa lopis yang dimasak secara khusus hingga satu pekan lamanya tersebut mempunyai berkah bagi yang mendapatkan.
Pada tahun ini, Lopis raksasa dibuat oleh warga Krapyak Kidul menghabiskan bahan hingga berat mencapai 525 kilogram beras ketan, ratusan butir kelapa dan bahan lainnya bakal menjadi daya tarik luar biasa, karena mencapai panjang hampir 3 meter dan diameter lebih 1 meter yang akan dipotong okeh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.
Festival Balon
Selain Lopis raksasa tersebut, kegiatan menarik yang diperkirakan akan menyedot perhatian pengunjung Syawalan di Pekalongan yakni Festival Balon yang diikuti ratusan peserta, sejak beberapa tahun terakhir Festival Balon Udara dilakukan secara ditambat di Lapangan menjadi data tarik tersendiri.
"Tradisi balon udara yang diterbangkan secara liar hingga mengganggu penerbangan telah dirubah menjadi balon udara tambat, sehingga selain dapat dinikmati keindahan warna-warni motif balon dan ukurannya, juga cukup aman," ujar Achmad Afzan Arslan Djunaid

Masih di Pekalongan, kegiatan Syawalan juga akan semakin meriah dengan digelarnya kegiatan festival Getuk Lindri Terpanjang (350 meter) diadakan di Ambokembang,, Kedungwuni dan karnaval Gunungan Megono di Linggo Asri, Kajen, Kabupaten Pekalongan karena pengunjung akan memperebutkan makanan khas nasi megono dan getuk di akhir festival.
Tidak hanya nasi megono dan getuk, ada ribuan makanan khas lainnya Lengko juga akan dibagikan kepada pengunjung Syawalan di Kedungwuni, Pekalongan, para pengunjung juga akan dimanjakan dengan tradisi Gunungan Gebral Pekajangan di Kedungwuni, sehingga dipastikan akan menjadi daya tarik luar biasa.
Lomba Dayung
Sementara itu di Kabupaten Batang tidak kalah menariknya pada tradisi Syawalan digelar tradisi tahunan Lomba Dayung Tradisional yang digelar di Sungai Sambong, Desa Klidang Lor.l diikuti oleh puluhan perahu hias dengan ratusan peserta. "Ini menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan," ujar Ketua Panitia Lomba Dayung Edi Priantono.
Kegiatan Lomba Dayung ini, menurut Edi Priantono, dari mulai tingkat penyisihan hingga final bersamaan acara Syawalan dilaksanakan sejak Senin (23/3) lalu menyedot banyak pengunjung baik itu dari sekitar Batang maupun daerah lainnya, sehingga bentaran sungai selalu penuh dengan sorak-sorai pengunjung dan pendukung perserta lomba.
Setiap peserta lomba, demikian Edi Priantono, harus adu kecepatan menggunakan perahu kayu yang didayung oleh belasan orang sejauh 275 meter menjadi menarik karena juga diiringi berbagai tetabuhan (musik) yang memacu semangat dan andrenalin peserta serta penonton.
Ziarah Makam Ulama
Kegiatan Tradisi Syawalan berbeda dilakukan di Kaliwungu, Kabupaten Kendal dihadiri ribuan warga yang akan berziarah ke makam para ulama besar seperti KH Asy'ari (Kiai Guru), Sunan Katong, Kyai Mustofa, Wali Sya'fak dan ulama lainnya di Bukit Jabal, Protomulyo, Kaliwungu, Kendal.
Tradisi ziarah kubur yang telah berlangsung ke 329 tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti Bazaar UMKM yang menyediakan aneka kuliner, aneka pakaian, cendera mata,m serta hiburan rakyat atau pasar malam dipusatkan di Alun-alun sehingga selaba kegiatan berlangsung arus kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Kaliwungu.
"Tradisi ini juga memperingati haul Kiai Guru, mempererat silaturahmi, serta dimeriahkan berbagai kegiatan seperti festival kuliner, pasar malam, dan pasar tiban, menjadikannya ikon wisata religi di daerah ini," kata Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. (H-2)