Gubernur Jawa Tengah Lepas Peserta Mudik Gratis ke 35 Kota dan Kabupaten
MENJELANG Lebaran, satu hal yang selalu dinantikan para perantau adalah kesempatan untuk pulang ke kampung halaman. Bagi banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan jauh, tetapi momen untuk kembali berkumpul dengan keluarga, melepas rindu, dan merayakan hangatnya kebersamaan setelah berbulan-bulan bekerja di perantauan. Pulang dan berkumpul bersama keluarga menjadi kebahagiaan yang tak tergantikan, sekaligus berkah tersendiri bagi mereka yang merantau jauh dari rumah.
Tahun 2026 ini diperkirakan kembali menjadi periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan lebih aman dan terjangkau, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama sejumlah pemerintah daerah menghadirkan berbagai program mudik gratis, mulai dari penyediaan ratusan bus hingga layanan kereta api gratis bagi masyarakat.
Di tengah perjalanan panjang yang kerap menguras tenaga, menjaga kondisi tubuh tetap fit menjadi hal penting agar momen kebersamaan di kampung halaman dapat dinikmati secara maksimal. Proses perjalanan dari rumah menuju titik keberangkatan, antrean panjang, hingga berjam-jam berada di perjalanan sering kali membuat tubuh mudah lelah. Tidak jarang kondisi tersebut memicu masuk angin atau menurunnya daya tahan tubuh.
Melihat kebutuhan tersebut, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya kembali berpartisipasi dalam program Mudik Gratis yang diselenggarakan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah. Tahun ini, lebih dari 16.000 pemudik akan diberangkatkan menuju 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah menggunakan 320 bus yang disediakan.
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi, mengatakan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen Bejo untuk hadir di berbagai momen penting masyarakat Indonesia, termasuk saat perjalanan pulang kampung.
“Lebaran selalu identik dengan kehangatan silaturahmi bersama keluarga. Bejo Jahe Merah ingin ikut hadir dalam momen tersebut dengan membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan. Jangan sampai ketika sudah tiba di kampung halaman justru tidak maksimal berkumpul bersama keluarga karena masuk angin. Kalau itu terjadi, serahkan saja ke Bejo,” ujarnya.
Melalui kampanye “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus”, Bejo Jahe Merah mendukung kegiatan ini dengan menyediakan 32.000 paket Bejo Jahe Merah bagi para pemudik asal Jawa Tengah. Dukungan ini diharapkan dapat membantu para peserta menjaga kondisi tubuh tetap hangat dan fit selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Pada acara pelepasan para pemudik di Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta (16/03), Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St. M.K. turut menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menjalani perjalanan dengan aman dan tetap menjaga kesehatan.
“Program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap seluruh pemudik dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Silaturahmi dengan keluarga adalah nilai sosial yang sangat penting, karena itu menjaga stamina selama proses mudik juga tidak kalah penting,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setelah merayakan Lebaran bersama keluarga, para pemudik diharapkan dapat kembali ke tempat kerja dengan kondisi tubuh yang sehat sehingga dapat kembali beraktivitas secara produktif. Program mudik gratis ini juga tidak berhenti saat para peserta tiba di kampung halaman.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyiapkan program arus balik pada 27 dan 28 Maret 2026, yang dikoordinasikan pemerintah kabupaten dan kota di daerah asal pemudik bekerja sama dengan berbagai asosiasi profesi. Para peserta dapat kembali ke kota tempat bekerja secara gratis dengan melakukan pendaftaran secara daring melalui situs yang telah disediakan.
Turut hadir dalam pelepasan ini, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan program mudik gratis yang telah berjalan untuk kelima kalinya ini.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam program ini, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pihak swasta yang turut mendukung penyelenggaraannya. Program ini sangat membantu masyarakat agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan sehat. Tujuan akhirnya tentu agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga dan merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita,” ujarnya.
Para peserta mudik merupakan warga Jawa Tengah yang bekerja di sektor nonformal di Jakarta, seperti pedagang dan pekerja harian. Mereka mendaftar secara daring melalui Badan Penghubung Jawa Tengah sehingga program ini dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan fasilitas perjalanan mudik dengan lebih mudah.
Salah satu peserta mudik, Muhammad Jaelani dari Kota Pemalang, mengaku selalu menantikan program ini setiap tahun. “Program mudik gratis ini sangat membantu karena biaya transportasi biasanya naik menjelang Lebaran. Dengan program ini kami bisa pulang kampung dengan lebih ringan. Apalagi tahun ini kembali ada dukungan Bejo Jahe Merah, jadi lebih tenang kalau badan mulai terasa tidak enak selama perjalanan,” jelas Jaelani, yang bekerja sebagai housekeeping outsource di sebuah perusahaan di Jakarta Selatan. (H-2)