Tekan Angka Kecelakaan, DPR Minta Pemerintah Fasilitasi Mudik Gratis bagi Pengguna Sepeda Motor
PEMERINTAH diminta serius dalam memfasilitasi mudik gratis bagi warga yang hendak menggunakan kendaraan bermotor. Hal ini dirasa perlu untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu-lintas pada momentum Lebaran.
Hal ini disampaikan anggota DPR RI, Syaiful Huda, yang menyoroti tajam tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pemudik dengan sepeda motor. Dia menjelaskan, berdasarkan data dari kepolisian, angka kecelakaan sepeda motor saat mudik Lebaran mencapai angka yang mengkhawatirkan yakni 75,9%.
Menurutnya angka tersebut sudah masuk dalam kategori membahayakan dan tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa. Dia menilai, besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa sepeda motor bukanlah moda transportasi yang layak untuk perjalanan jarak jauh seperti saat mudik Lebaran.
"Ini angka yang cukup berbahaya. Kalau misalnya angkanya cuma 20% atau 30%, itu mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini 75%, itu setara dengan 179.000 kejadian," kata Syaiful Huda di Bandung, Senin (16/3).
Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan terlebih banyak terdapat anak-anak yang menjadi korban kecelakaan tersebut. Dari total 179 ribu kecelakaan tersebut, menurutnya sebanyak 27 ribu kasus di antaranya menimpa anak-anak di bawah usia 17 tahun.
"Ini menunjukkan risiko fatalitas yang sangat tinggi bagi keluarga yang memaksakan mudik menggunakan kendaraan motor," katanya. Untuk menekan angka fatalitas tersebut, dia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dengan membatasi penggunaan sepeda motor sebagai sarana mudik.
Namun, pembatasan tersebut harus ditopang oleh penyediaan transportasi lain sebagai alternatifnya. "Kami meminta supaya mudik menggunakan motor ini dibatasi. Caranya, pemerintah harus memberikan fasilitas transportasi gratis bagi masyarakat, baik itu menggunakan bus, kereta api, maupun kapal laut. Tujuannya agar warga bisa pulang kampung dengan aman tanpa harus bertaruh nyawa di jalan menggunakan sepeda motor," tegasnya.
Penyediaan moda transportasi umum yang terintegrasi dan gratis ini diharapkan dapat mengalihkan minat masyarakat dari kendaraan roda dua, sehingga angka kecelakaan pada masa angkutan Lebaran dapat ditekan secara signifikan. "Kami ingin membatasi (pemudik dengan sepeda motor), tapi ini semua demi keselamatan masyarakat," katanya. (H-2)